KALTIMPOST.ID, DENPASAR – Sorotan dunia olahraga kembali mengarah ke Kalimantan Timur. Cabang olahraga panahan provinsi ini sukses menorehkan hasil membanggakan dalam ajang nasional di Bali.
Prestasi gemilang itu sekaligus membuka peluang besar bagi pembentukan skuad kuat menuju PON XXII/2028 Nusa Tenggara.
Baca Juga: Kaltim Boyong Empat Emas, Buktikan Kekuatan di Kejurnas Hapkido 2025
Dalam ajang WSS Kejurnas Umum Panahan 2025 yang digelar pada 15–25 Oktober di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, tim panahan Kaltim tampil menawan.
Dari 32 atlet yang diturunkan, Bumi Etam berhasil membawa pulang 5 medali emas, 7 perak, dan 2 perunggu. Capaian ini melampaui target awal yang hanya tiga emas.
“Alhamdulillah, semua sukses. Bahkan atlet peringkat tiga hasil seleksi pun bisa menyumbang medali. Jadi secara keseluruhan tim tampil bagus,” ujar Sekretaris Umum Pengprov Perpani Kaltim, Haidar Fatoni, Kamis (30/10/2025).
Kaltim menurunkan 32 atlet hasil seleksi daerah, terdiri atas 17 atlet yang dibiayai KONI, didampingi empat pelatih serta satu ofisial teknis.
Atlet dengan peringkat tiga dan empat diberi kesempatan tampil secara mandiri. Sementara untuk nomor compound, tiga atlet teratas mendapatkan wildcard tanpa seleksi tambahan.
Menurut Haidar, pencapaian kali ini terasa istimewa karena salah satu emas datang dari nomor beregu putri—kategori yang juga menyumbang emas di PON Aceh.
“Kami memang kehilangan emas di perorangan putri yang kali ini turun jadi perak. Performanya menurun, tapi secara keseluruhan tetap melampaui target tiga emas,” ungkapnya.
Meski meraih hasil gemilang, Perpani Kaltim tidak ingin cepat puas. Evaluasi tetap dilakukan mengingat tidak semua provinsi menurunkan kekuatan terbaik.
“Beberapa daerah seperti Jawa Timur ada atlet yang tak berangkat karena biaya mandiri. Aceh juga absen, padahal kuat di compound dan barebow. Jadi kami tak boleh euforia,” tegas Haidar.
Sebagai tindak lanjut, Perpani Kaltim akan membentuk kerangka dasar tim PON dari atlet peraih medali di Kejurnas Senior Bali dan Kejurnas Junior Kudus. Mereka akan dipantau secara berkala menjelang seleksi utama tahun depan.
“Nanti latihan dua bulan sekali di Samarinda setiap akhir pekan untuk pemantauan dan skoring. Selebihnya latihan di daerah masing-masing,” jelasnya.
Baca Juga: 17 Atlet Balikpapan Siap Perkuat Kaltim di Peparpenas XI/2025 Jakarta
Langkah ini menjadi bagian dari program jangka panjang untuk mempertahankan tradisi prestasi panahan Kaltim. Atlet peraih medali akan terus dijaga performanya agar tetap stabil hingga PON mendatang.
“Sebagian besar peraih emas di Bali juga juara di PON Aceh. Kami harus jaga semangat dan performa mereka. Terima kasih untuk seluruh atlet, pelatih, dan tim atas perjuangannya,” tutup Haidar. (*)
Editor : Ery Supriyadi