KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Palu menjadi saksi bagaimana semangat juang petinju Kalimantan Timur meledak di atas ring. Di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju 2025, tim Bumi Etam tampil luar biasa dan pulang membawa sederet prestasi membanggakan.
Dari 42 atlet yang dikirim, Kaltim sukses memborong tujuh medali emas, 13 perak, dan 16 perunggu. Hasil ini tak hanya menjadi bukti kekuatan mereka di level nasional, tapi juga sinyal bahwa pembinaan tinju di daerah semakin solid.
Manajer Tim Tinju Kaltim, Agus Sofian, menjelaskan bahwa dari total atlet yang bertanding, 32 di antaranya dibiayai oleh KONI Kaltim, sementara 10 lainnya berangkat dengan biaya dari pengurus cabang (pengcab) Pertina masing-masing.
“Yang dibiayai KONI itu untuk kategori Elite dan Youth. Sedangkan Junior dan School dibiayai mandiri oleh pengcab,” ujar Agus, saat ditemui usai kepulangan tim dari Palu.
Ia menambahkan, keikutsertaan dalam Kejurnas kali ini bukan semata mengejar medali, melainkan sebagai bagian dari regenerasi atlet tinju Kaltim. Karena itu, Pertina memberangkatkan petinju dari berbagai jenjang — mulai dari School, Junior, Youth, hingga Elite.
Menurut Agus, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pembinaan di tingkat daerah berjalan merata. “Peraih medali emas tidak hanya dari satu atau dua daerah saja. Hampir semua daerah menyumbang medali. Ini bukti pembinaan berjalan baik,” katanya.
Dengan prestasi yang tersebar merata, Agus memprediksi persaingan di Babak Kualifikasi (BK) Porprov dan Porprov 2026 akan berlangsung ketat. “Pasti ramai sekali. Setiap daerah punya atlet potensial, dan itu membuat persaingan makin menarik,” ujarnya.
Bagi Kaltim, raihan 36 medali di Kejurnas Palu bukan sekadar angka. Lebih dari itu, menjadi cerminan semangat baru dan fondasi kuat menuju masa depan tinju daerah yang lebih berprestasi. (*)
Editor : Ery Supriyadi