KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menaruh harapan besar terhadap pembangunan venue panjat tebing yang representatif. Ketua FPTI Kubar, Muhammad Teddy Rakhmat, menegaskan bahwa sarana dan prasarana masih menjadi pekerjaan rumah utama dalam kepengurusan saat ini.
“Program yang akan kami lanjutkan di Pengcab FPTI Kubar setelah saya terpilih kembali pada awal April lalu tetap berfokus pada sarana dan prasarana. Itu yang paling utama untuk didorong,” ujar Teddy.
Menurut dia, kondisi fasilitas panjat tebing di Kubar masih jauh dari ideal. Saat ini, atlet hanya mengandalkan dinding boulder berbahan kayu yang sudah berusia lama. Sementara itu, untuk nomor speed dan lead (klasik), Kubar belum memiliki fasilitas yang memadai.
Baca Juga: Cuma 10 Atlet Aktif, FPTI Kubar Putar Otak Cari Bibit Baru
“Hanya boulder yang masih digunakan. Itu pun terbuat dari kayu, dengan tiang-tiang yang sudah lama. Untuk dinding panjatnya masih klasik, kami belum memiliki speed,” jelasnya.
Keterbatasan tersebut membuat proses pembinaan atlet belum dapat berjalan maksimal. Teddy mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan pembangunan venue panjat tebing lengkap kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait.
“Sebelum Muskab kemarin, kami sudah kembali mengusulkan pembangunan dinding panjat klasik, speed, dan boulder. Pengajuan ini kami sampaikan tahun ini,” ungkapnya.
Ia berharap, dengan kepemimpinan baru di Kabupaten Kutai Barat, usulan tersebut dapat segera direalisasikan. Dukungan pemerintah daerah dinilai sangat penting untuk meningkatkan prestasi atlet panjat tebing di Kubar.
Baca Juga: Polres Paser Ungkap Penimbunan 2,1 Ton BBM Pertalite di Long Ikis, Begini Modusnya
“Mudah-mudahan dengan pemerintahan Kabupaten Kutai Barat yang baru, kami bisa lebih diperhatikan melalui Dispora dan KONI Kubar. Target kami adalah berdirinya venue panjat tebing yang layak dan lengkap di Kutai Barat,” tegasnya.
Meski menghadapi keterbatasan, FPTI Kubar tetap berupaya menjaga pembinaan atlet agar terus berjalan. Namun tanpa dukungan fasilitas yang memadai, Teddy khawatir perkembangan atlet akan terhambat.
“Kalau venue belum ada, tentu ini menjadi kendala besar bagi peningkatan prestasi ke depan,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi