Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kyorugi Dominan, Poomsae Jadi PR Besar TI Kaltim Menuju PON 2028

Nasya Rahaya • Rabu, 29 April 2026 | 20:21 WIB
Dominasi sektor kyorugi mengantar Kaltim finis empat besar nasional, sementara pembenahan poomsae mulai diprioritaskan. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)
Dominasi sektor kyorugi mengantar Kaltim finis empat besar nasional, sementara pembenahan poomsae mulai diprioritaskan. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Hasil membanggakan dengan menembus empat besar nasional pada Kejuaraan Nasional Taekwondo Indonesia kategori cadet dan junior 2026 belum membuat TI Kaltim berpuas diri. Di balik raihan 6 medali emas, 9 perak, dan 10 perunggu, sektor poomsae justru menjadi perhatian utama yang kini masuk tahap pembenahan serius.

Evaluasi ini menjadi bagian dari persiapan jangka panjang menuju PON 2028.

Wakil Ketua II Bidang Prestasi TI Kaltim, Alfons T Lung Beraan, menilai performa atlet pada nomor kyorugi atau tarung sudah cukup solid. Bahkan, sebagian besar kontribusi medali Kaltim pada kejurnas kali ini datang dari sektor tersebut.

Baca Juga: Kabar Baik dari Desa: Rasio NTP Meningkat, Petani Kaltim Masih Kantongi Untung di Tengah Inflasi

“Kalau kyorugi memang kita mendominasi. Tapi poomsae harus diakui masih perlu pembenahan,” ujarnya.

Menurut Alfons, persoalan di nomor poomsae tidak hanya terletak pada atlet, tetapi juga pada sistem pembinaan secara keseluruhan. Terutama kualitas kepelatihan yang dinilai masih perlu penguatan.

Pada kejurnas kali ini, sektor poomsae disebut masih berjalan dengan kondisi penyesuaian di berbagai aspek.

“Memang harus kita bina lagi, terutama tim pelatihnya. Kemarin itu masih tambal sulam,” katanya.

Ia menjelaskan, sebagian besar pelatih saat ini merupakan mantan atlet dengan kemampuan teknik yang baik. Namun, pengalaman dalam melatih dan membangun karakter atlet dinilai masih perlu ditingkatkan.

Baca Juga: Gubernur Rudy Mas'ud Siap Buka Data, Mengapa DPRD Kaltim Masih Ragu Gulirkan Hak Angket?

“Dasarnya mereka atlet, tapi ketika jadi pelatih sentuhannya berbeda. Atlet itu perlu diperhatikan juga mentalnya. Jadi tinggal kita upgrade,” jelasnya.

Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar TI Kaltim dalam menyusun program pembinaan ke depan. Fokusnya tidak hanya mempertahankan kekuatan di kyorugi, tetapi juga mengejar ketertinggalan di poomsae agar lebih kompetitif di level nasional.

Saat ini, TI Kaltim mulai menyiapkan program pemusatan latihan jangka panjang. Rencananya, akan dibentuk minimal 16 atlet inti dengan sistem seleksi dan promosi-degradasi berdasarkan performa.

Selain itu, training camp ke Korea Selatan juga masuk dalam agenda akhir tahun, menunggu dukungan anggaran. Korea masih dianggap sebagai salah satu pusat pengembangan taekwondo dunia yang dapat meningkatkan kualitas atlet maupun pelatih.

“Program sudah kita siapkan. Tinggal bagaimana anggarannya. Kalau itu jalan, kami optimistis lebih siap menuju PON 2028,” tutup Alfons. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#poomsae taekwondo #kyorugi #PON 2028 #TI Kaltim #kejurnas taekwondo 2026