KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Setelah menurunkan kekuatan di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Junior, Pengprov Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltim bakal kembali menyiapkan kekuatan terbaiknya.
Pasalnya Oktober mendatang, Kaltim akan menurunkan kekuatan terbaiknya pada Kejurnas Panahan Senior 2026 di DKI Jakarta.
Ajang ini menjadi sangat penting bagi skuad panahan Kaltim. Mengingat, ini menjadi langkah awal persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 Nusa Tenggara.
“Kejurnas senior ini yang mencerminkan persaingan nanti di PON. Karena kekuatan daerah di ajang itu yang akan turun di PON pasti. Tentu akan kami persiapkan sebaik mungkin karena sebentar lagi,” jelas Ketua Pengprov Perpani Kaltim Sutomo Jabir.
Menurutnya, setiap tahun Kejurnas bakal menjadi gambaran kekuatan masing-masing provinsi. Sebab, semua atlet-atlet terbaik akan diturunkan untuk menguji kekuatan mereka sebelum Babak Kualifikasi (BK) PON dan PON Nusa Tenggara.
Meski begitu, lanjut dia, bukan berarti para atlet junior yang juga kemarin berlaga di Kejurnas Kudus, Jawa Tengah tidak kebagian kuota. Sebab, pihaknya bakal tetap membuka peluang seleksi dan bersaing dengan teman-teman yang sudah memang berada di posisi senior.
“Termasuk atlet-atlet yang turun di PON Aceh-Sumut juga ikut seleksi. Karena sudah tidak berbicara soal keterampilan saja, tapi juga mental. Mampu atau tidak dia menjaga mental bisa bertanding di level yang lebih tinggi,” jelasnya.
Sutomo menilai, atlet yang main di PON bahkan peraih medali emas sekali pun belum terprediksi. Bisa jadi, dulu atlet itu punya performa yang bagus, namun saat ini menurun.
Baca Juga: Bukan Didikan Keras, Psikolog Ungkap Kunci Orang Tua Cegah Anak Terjerumus Kekerasan
Akan tetapi, sambungnya, bila kemampuan sang atlet tetap stabil tentu akan dipertahankan. Akan lebih baik, bila semua atlet bisa berada di level kekuatan yang sama, sehingga menciptakan persaingan yang kompetitif.
“Kalau dia tidak mempertahankan konsistensinya bisa tergusur dengan atlet-atlet yang baru. Kami juga mau menumbuhkan jiwa kompetitif, persaingan sehat di antara mereka supaya target medali PON bisa dimaksimalkan,” tambahnya.
Sementara soal target di Kejurnas, dia mengaku optimis. Melihat kekuatan dan regenerasi atlet panahan saat ini. Semangat itu, disebut Sutomo tak lepas dari opini bahwa Kaltim adalah provinsi yang paling diantisipasi di luar Pulau Jawa.
“Untuk di Jakarta minimal bisa mempertahankan gelar runner up seperti di Bali. Karena kalau panahan itu sudah nuansa PON, pasti turun semua atlet terbaiknya di semua provinsi. Intinya saling membaca peta kekuatan masing-masing provinsi,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo