Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

IKN dan Kesempatan Emas Karier Mahasiswa Kedokteran

Muhammad Ridhuan • Kamis, 27 Juni 2024 | 21:41 WIB

Rahmania
Rahmania

Oleh:

Rahmania

Mahasiswa Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman

 

Pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur telah diatur oleh Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022. Pembangunan ibu kota negara baru ini merupakan proyek besar berskala nasional. Ibu Kota Nusantara (IKN) memiliki visi menjadi kota kelas dunia untuk semua.

Pembangunan IKN dibagi menjadi beberapa tahapan, khususnya pada tahun ini hingga 2025 dan selanjutnya, IKN difokuskan untuk pembangunan fasilitas litbang, perguruan tinggi kelas dunia, lembaga pendidikan sepanjang hayat, pusat inovasi, fasilitas kesehatan, dan rumah sakit internasional. Fasilitas dan pelayanan kesehatan adalah salah satu sektor vital yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, pembangunan IKN dapat menjadi kesempatan emas bagi mahasiswa kedokteran untuk peluang karier mereka di wilayah ini.

Peluang karier yang pertama, dengan terbentuknya ibu kota baru yang akan dihuni ratusan ribu bahkan jutaan penduduk, tentunya menjadikan kebutuhan layanan kesehatan menjadi sangat penting. Pembangunan ibu kota ini akan menciptakan permintaan yang besar terhadap tenaga medis yang kompeten dan berdaya saing.

Kelak pada masa yang akan datang, rumah sakit, klinik, dan fasilitas kesehatan lainnya akan selesai dibangun dan harus dioperasikan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan vital masyarakat. Dalam hal ini, mahasiswa kedokteran memiliki peluang untuk mengambil alih dan mengisi posisi strategis di berbagai fasilitas kesehatan tersebut.  

Selain menjadi klinisi, mahasiswa kedokteran juga mempunyai peluang untuk berkarier di sektor publik dibidang non-klinis. IKN sebagai pusat pemerintahan baru di masa depan, tentunya harus mempersiapkan pembangunan rumah sakit pemerintah, puskesmas, lembaga kesehatan, klinik kesehatan dan fasilitas kesehatan lainnya untuk melayani masyarakat.

Mahasiswa kedokteran dapat berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan kesehatan sehingga dapat memberikan wawasan mendalam tentang sistem kesehatan secara keseluruhan. Mahasiswa kedokteran dapat terlibat dalam program-program kesehatan preventif, mengelola penyakit menular, dan memastikan pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk semua lapisan masyarakat.

Selanjutnya, mahasiswa kedokteran juga mempunyai peluang untuk berkarier di sektor swasta. Pembangunan IKN akan menarik banyak investor dan perusahaan untuk membangun bisnis mereka. Tentu saja, perusahaan-perusahaan ini akan membutuhkan layanan kesehatan untuk karyawan mereka, sehingga mahasiswa kedokteran di masa yang akan datang dapat menjadi dokter di klinik perusahaan tersebut.

Mahasiswa kedokteran juga berkesempatan untuk membuka praktik mandiri atau bergabung dengan rumah sakit swasta. Hal ini dikarenakan pada masa yang akan datang, jumlah penduduk akan terus meningkat sehingga permintaan akan layanan kesehatan swasta juga akan meningkat.

Semua peluang di atas tentunya sangat menjanjikan bagi mahasiswa kedokteran setelah menyelesaikan pendidikan. Akan tetapi, perlu diperhatikan beberapa tantangan yang mungkin muncul saat berkarier di IKN, seperti adaptasi dengan lingkungan baru, manajemen sumber daya yang efisien, dan mampu bekerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya dalam sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi (interprofesional collaboration). Lebih lanjut, mahasiswa kedokteran harus memiliki kualifikasi akademis yang baik, keterampilan klinis yang memadai, serta pemahaman yang mendalam tentang praktik kedokteran. Semua ini tentunya perlu dipersiapkan sedari dini di bangku perkuliahan.

Adanya keterlibatan pemerintah dan lembaga pendidikan juga sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan mahasiswa kedokteran dalam menghadapi semua tantangan yang ada. Pemerintah dan lembaga pendidikan kedokteran harus menyediakan program pendidikan yang berkualitas, fasilitas praktik yang memadai, serta peluang magang atau residensi di fasilitas kesehatan di IKN.

Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pihak swasta juga diperlukan untuk memastikan ketersediaan lapangan kerja yang memadai dan kondisi kerja yang layak bagi lulusan kedokteran di IKN.

Sebagai kesimpulan, pembangunan IKN merupakan sebuah kesempatan emas bagi mahasiswa kedokteran untuk mengembangkan karier di wilayah baru yang penuh dengan tantangan dan peluang. Dengan persiapan yang baik dan dukungan dari berbagai pihak, mahasiswa kedokteran dapat berkontribusi dalam menyediakan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat di IKN. Peluang ini tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga bagi pembangunan nasional dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara keseluruhan. (***/rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
#jakarta #IKN #mahasiswa #kedokteran #ibu kota negara #kalimantan timur