Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pentingnya Literasi Gizi bagi Anak Sekolah

Muhammad Ridhuan • Rabu, 28 Agustus 2024 | 20:34 WIB

Dina Rizkyana
Dina Rizkyana

Oleh:

Dina Rizkyana  

Guru SDN 003 Balikpapan Utara

 

JAJANAN sangat lekat dengan gaya hidup anak sekolah. Jajanan merupakan makanan atau minuman yang dijual di pinggir jalan yang di sulap sedemikian rupa agar menarik perhatian anak. Entah dari segi bentuk, warna dan aroma.

Fatalnya, jajanan tersebut ada yang di luar kontrol Balai Pengawas Obat dan Makanan  (BPOM) serta  pihak sekolah maupun orang tua Sehingga pilihan anak sangat penting perannya  dalam persoalan ini. Apalagi tidak tercantum sama sekali informasi nilai gizi dalam kemasan jajanan serta kebersihan dalam pengolahan jajanan tersebut juga tidak terjamin.

Bukan lagi rahasia, jika jajanan yang ada biasanya menggunakan zat aditif untuk menjaga makanan agar tetap segar serta tahan lama. Zat aditif juga bisa meningkatkan cita rasa dan memperindah tampilan jajanan sehingga sudah barang tentu zat tersebut digunakan tanpa ada rasa dosa.

Belum lagi kandungan gula yang terdapat pada minuman kekinian ini cukup tinggi bahkan dapat membahayakan kesehatan. Kita sempat dibuat gempar terkait minuman bubble tea yang begitu mengakar rumput dan laris di pasaran serta berhasil membuat praktisi kesehatan angkat bicara.

Bagaimana tidak  selain susu, sering ditambahkan pula sirup, perisa teh, ataupun agar-agar sehingga kadar gula, lemak, dan kalori yang terkandung di dalamnya cenderung tinggi.

Dari berbagai persoalan di atas maka literasi gizi kepada anak sekolah dasar sangat penting selain  merupakan langkah preventif dalam mencegah masalah kesehatan selanjutnya. Pendidikan literasi juga  yang sangat strategis untuk memberikan pengetahuan sejak dini untuk  anak dapat memilih dan menentukan makanan yang tepat dan bergizi. Serta menghindari pola makan yang buruk.

Sekolah dan pusat kesehatan masayarakat memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi terkait gizi sejak remaja. Terutama membentuk dan meningkatkan literasi di masa sekolah dengan strategi yang menarik sesuai sasaran usia.

Selain itu, peran serta komunitas dan keluarga dalam mendukung literasi gizi pada anak juga tidak bisa sebatas acungan jempol semata. Orang tua dan anggota keluarga lainnya harus menjadi teladan dalam menerapkan pola makan sehat di rumah.

Besar harapan saya jika berbagai program intervensi gizi yang dikampanyekan itu bisa diwujudkan dengan tak hanya sekadar pemberian makanan tambahan akan tetapi pemberian informasi tambahan tentang makanan yang dibagikan. Otomatis pada saat program makan gratis (tapi dari kantong pajak) itu berjalan bisa punya nilai plus yaitu literasi gizi.

Sumber pangan yang dapat dibilang sebagai makanan terbaik adalah makanan yang sehat seimbang. Bukankah pula sumber makanan kita juga menjadi faktor penentu status kesehatan atau risiko penyakit kita pula. 

Literasi yang minim menyebabkan pemenuhan gizi anak bisa menjadi kurang. Berbagai  masalah kesehatan pun muncul mulai dari tengkes, gizi buruk, sampai obesitas. Untuk itu, literasi gizi perlu ditanamkan di satuan pendidikan anak usia sekolah dasar diberangi pula dengan  sosialisasi yang masif pada orang tua. (***/rdh)

Editor : Muhammad Ridhuan
#bpom #literasi #bubble tea #kesehatan #pendidikan #nilai gizi