Oleh:
Ahmad Maki
Wartawan di PPU
KALTIMPOST.ID-Mulai kilometer 97.695 dari Simpang Silkar, Kelurahan Petung, Penajam Paser Utara (PPU), kereta besi melaju dengan kecepatan 70-80 kilometer per jam.
Saat itu pukul masih menunjukkan 14.45 Wita dan masih masuk pada 28 Ramadan 1447 H. Tujuannya ke Balikpapan, mengukur seberapa jauh jarak dan waktu dalam melintasi jalur tol fungsional yang menghubungkan Balikpapan - PPU - Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) serta Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (18/3).
Dibuka untuk umum selama 17 hari, sejak 13 Maret dan akan berakhir pada 29 Maret 2026. Bupati PPU Mudyat Noor bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim sempat meninjau kesiapan jalur tol fungsional tersebut, Kamis (12/3).
Tujuannya, pertama untuk memastikan kelayakan infrastruktur jalan. Kedua, sebagai jalur alternatif bebas hambatan untuk mendukung mobilitas masyarakat dalam arus mudik maupun balik dalam Lebaran tahun ini.
“Pembukaan jalur bebas hambatan atau tol ini tentunya sangat membantu mobilitas masyarakat. Khususnya pada arus mudik dan balik Idulfitri dalam beberapa hari ke depan. Terlebih untuk mengurai lonjakan kemacetan kendaraan di sejumlah ruas jalan,” ujar Mudyat mendampingi Kepala BBPJN Kaltim Yudi Hardiana.
Karena jalan masih lempeng, dengan kecepatan 70-80 km/jam, dari Simpang Silkar, kendaraan Toyota Rush terbitan 2012 tiba di Simpang Pantai Lango, Kecamatan Penajam.
Setidaknya perlu waktu jarak tempuh sekitar 29 kilometer dengan estimasi waktu sekitar 35 menit. Saat itu, waktu di jam digital handphone menunjuk pukul 15.20 Wita dari start awal Silkar, Petung (14.45 Wita).
Dari situ, kendaraan masuk lagi menuju jalan yang nantinya akan menghubungkan tol tersebut dengan Bandara VVIP.
Jalan sepanjang 10 kilometer ditempuh dengan durasi waktu kurang sekitar 10 menitan. Kemudian masuk ke ruas jalan tol menuju Jembatan Pulau Balang dari pukul 15.35 Wita.
Perlu waktu 5 menit, kendaraan sudah berada di ujung Jembatan Pulau Balang bentang panjang.
Kala itu gagasan proyek strategis nasional yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Juli 2024 lalu.
Jembatan yang menghubungkan PPU dan Teluk Balikpapan dengan panjang utama 804 meter dan berkonstruksi cable stayed.
Tapi, sebelum melintasi jembatan bentang panjang, perlu diingat, di sisi barat Pulau Balang. Terdapat dua jembatan bentang pendek I (dari sisi Penajam) sekitar 470 meter hingga 514 (jembatan bentang pendek II).
Berfungsi sebagai akses utama logistik menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek itu, menelan biaya sekitar Rp 331,88 miliar dari APBN. Dikerjakan untuk melengkapi bentang panjang dan terhubung langsung dengan Tol IKN Segmen 5B.
Kemudian dari situ, perlu jarak sekitar 30 kilometer untuk sampai ke pintu exit tol Kilometer 13 Balikpapan.
Estimasi waktu sekitar 30 menit. Jadi, dari start awal yang terbilang mulus di jalan. Algoritma dari kawasan Simpang Silkar (Petung) hingga Balikpapan, memerlukan waktu sekitar 1 jam dan 20 menit. Dengan biaya tol sebesar Rp 16 ribu dari arah Tol Manggar atau Kilometer 13 Balikpapan. (rd)
Editor : Romdani.