Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

PON 2028 Berubah Total, Mampukah Kaltim Bertahan di 10 Besar Nasional?

Redaksi • Minggu, 24 Mei 2026 | 08:09 WIB
DEMOKRATIS : Rusdiansyah Aras angkat bicara soal kesiapan Musprov KONI Kaltim.
Rusdiansyah Aras 

Catatan: Rusdiansyah Aras

KALTIMPOST.ID - Peta jalan olahraga prestasi nasional resmi memasuki babak baru. Keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI Pusat yang menetapkan DKI Jakarta sebagai provinsi penyangga untuk mendampingi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai akan mengubah peta persaingan pada PON XXII/2028.

Bagi Kalimantan Timur, perubahan tersebut bukan sekadar persoalan teknis penyelenggaraan. Sistem tiga klaster dinilai menghadirkan tantangan besar yang membutuhkan strategi baru agar prestasi daerah tetap terjaga.

Kaltim dituntut menyiapkan exit strategy yang realistis dan terukur demi mempertahankan tradisi berada di papan atas nasional, khususnya di luar Pulau Jawa.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Luas Panen Padi di Kecamatan Sepaku PPU Terus Menyusut, Sawit dan Pembangunan IKN Kian Dominasi Lahan

Jakarta Diprediksi Dominan

Keterlibatan DKI Jakarta sebagai penanggung jawab 17 cabang olahraga, terutama nomor Olympic Sport dan SEA Games, dinilai membuat persaingan semakin berat.

Dengan infrastruktur olahraga yang telah mapan dan fasilitas bertaraf internasional, Jakarta diprediksi menjadi kandidat kuat juara umum PON 2028.

Sementara itu, pembagian pertandingan ke dalam tiga klaster wilayah juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi daerah peserta, termasuk Kaltim.

Klaster NTB yang mempertandingkan 30 cabang olahraga dinilai akan menguji ketahanan fisik serta adaptasi cuaca atlet.

Di sisi lain, klaster NTT dengan 24 cabang olahraga membutuhkan kesiapan logistik dan mental tanding yang kuat.

Sedangkan Jakarta dipandang menjadi arena dengan tekanan tinggi karena atlet harus menghadapi kekuatan tuan rumah di basis cabang unggulannya sendiri.

Baca Juga: Gagal Berkali-kali, Sean Jason Akhirnya Terbang ke Amerika Serikat lewat DBL Camp 2026

Target 70 Medali Emas Dinilai Realistis

Dalam situasi tersebut, Kaltim dinilai perlu menetapkan target yang realistis, tetapi tetap menjaga harga diri daerah sebagai salah satu kekuatan olahraga nasional.

Target maksimal 70 medali emas disebut sebagai angka yang paling rasional untuk menjaga posisi Kaltim tetap berada di jajaran 10 besar nasional.

Posisi tersebut dianggap penting demi menjaga kesinambungan pembinaan atlet sekaligus mempertahankan status Kaltim sebagai barometer olahraga di luar Pulau Jawa.

Bela Diri Jadi Andalan Kaltim

Untuk menghadapi ketatnya persaingan, cabang olahraga bela diri disebut harus menjadi sektor utama pendulang medali emas Kaltim.

Beberapa cabang yang diproyeksikan menjadi andalan antara lain gulat, kempo, pencak silat, taekwondo, karate, tarung derajat, hingga muaythai.

Strategi pembinaan juga dinilai perlu diperketat melalui seleksi atlet yang lebih ketat pada pra-PON. Hanya atlet dengan peluang medali yang benar-benar matang yang direkomendasikan tampil di PON 2028.

Selain itu, try out regional dengan fokus adaptasi iklim wilayah Indonesia Timur juga dianggap penting dilakukan sejak dini.

Cabang bela diri dinilai memiliki peluang besar karena jumlah nomor tanding yang banyak, ditambah karakter atlet Kaltim yang dikenal kuat dan kompetitif.

Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Perempuan Adat Balik di Sepaku PPU Bertahan di Tengah Menyusutnya Ladang Padi Imbas Pembangunan IKN

Menatap PON 2028

Catatan ini disebut bukan sebagai kritik, melainkan masukan strategis bagi kepengurusan KONI Kaltim berikutnya dalam menyusun roadmap olahraga prestasi menghadapi PON 2028.

Sinergi antara KONI Kaltim, Dispora Kaltim, dan lembaga akademik dinilai menjadi faktor penting untuk menghadapi tantangan sistem tiga klaster.

Kaltim diyakini masih memiliki peluang besar untuk tetap bersaing di level nasional selama strategi pembinaan berjalan efektif dan terukur.

Dengan fokus pada cabang olahraga bela diri serta target realistis 70 medali emas, posisi 10 besar nasional dinilai tetap bisa dipertahankan oleh Benua Etam.

(Penulis merupakan jurnalis senior dan sekarang aktif sebagai ketua KONI Kaltim)
Editor : Ery Supriyadi
#PO NTB NTT Jakarta #PON 2028 #KONI kaltim #cabor bela diri #Rusdiansyah Aras