KALTIMPOST.ID, OTOMOTIF - Mesin pembakaran internal menyimpan potensi panas ekstrem yang harus diredam setiap detik saat kendaraan melaju. Tanpa sistem pendingin yang mumpuni, dapur pacu kendaraan bisa mengalami panas berlebih atau overheat hanya dalam hitungan menit sejak proses pembakaran dimulai.
Radiator hadir sebagai penukar panas (heat exchanger) utama yang memindahkan suhu berlebih dari cairan pendingin mesin ke udara bebas.
Komponen ini dirancang dengan deretan tabung aliran cairan panas, tangki penampung di setiap sisi, serta turbulator di dalam tabung yang bertugas mengaduk cairan agar proses pendinginan berjalan merata.
Baca Juga: Eks Mendag Lutfi Bongkar Dugaan Campur Tangan Singapura di Balik Ancaman MSCI
Berdasarkan HowStuffWorks, yang dilansir dari CNN, Selasa (20/10), era awal otomotif sempat mengandalkan sistem pendingin udara (air-cooled).
Namun, seiring lonjakan performa mesin, sistem berbasis cairan (water-cooled) mulai diterapkan secara luas dengan menggabungkan radiator, cairan pendingin (coolant), dan pompa air.
Saat cairan bersuhu tinggi dari blok mesin mengalir masuk melalui tangki inlet radiator, cairan tersebut langsung melewati ratusan sirip logam tipis.
Kipas pendingin lantas mengembuskan udara segar di sela sirip-sirip logam tersebut guna menurunkan suhu cairan secara drastis sebelum dipompa kembali ke mesin.
Baca Juga: Viral Rumor Meninggal Dunia, Kim Jong Un Justru Tampil Tinjau Pameran di Pyongyang
Agar proses pelepasan panas berlangsung sempurna, terdapat tiga komponen pendukung vital yang wajib bekerja prima di dalam sistem:
1. Water Pump
Komponen yang digerakkan oleh timing system ini memegang peran krusial dalam menjaga sirkulasi coolant tetap lancar ke seluruh jaringan mesin. Mengingat kinerjanya yang terus berputar tanpa henti saat mesin aktif, water pump sangat rentan mengalami keausan atau kebocoran yang berisiko menghentikan aliran pendingin.
2. Radiator Cap
Tutup radiator tidak sekadar penutup biasa, melainkan berfungsi sebagai katup pengaman tekanan. Apabila tekanan di dalam sistem melampaui batas 15 psi akibat cairan mendidih, katup pengaman ini akan membuka secara otomatis untuk membuang uap panas dan kelebihan cairan menuju tangki cadangan.
3. Secondary Cooling System
Khusus pada kendaraan bertransmisi otomatis, pabrikan menyematkan sirkuit penukar panas terpisah di dalam radiator utama untuk mendinginkan oli transmisi. Sistem pendingin pendukung ini juga bekerja berdampingan dengan sistem pendingin udara kabin (AC) yang mengandalkan zat refrigerant.
Sistem pendingin kendaraan beroperasi di bawah tekanan tinggi secara konstan. Kurangnya volume cairan pendingin atau kebocoran sekecil apa pun pada selang dan segel dapat memicu penumpukan panas ekstrem yang berakibat fatal pada kerusakan blok mesin.***
Editor : Dwi Puspitarini