KALTIMPOST.ID, Pertokoan milik Masjid Agung Nurul Falah Tanah Grogot yang baru saja selesai pembangunannya di awal 2024 lalu, belum juga dibuka sampai pertengahan tahun ini.
Ketua Badan Pengelola Masjid Agung M. Guntur mengatakan penyebabnya adalah para calon penyewa menginginkan konsep berbeda dari yang diinginkan pengelola. Mayoritas menginginkan pertokoan ini memiliki sekat masing-masing lapak.
"Sementara kami inginnya plong atau loss saja dari ukuran 7 x 40 meter persegi itu," kata Guntur, Minggu (4/8).
Pihak pengelola ingin membuat bangunan ini seperti mini mall, yaitu dengan konsep satu kasir dengan banyak tenan atau kios. Ini lah yang jadi polemik sehingga belum bisa dibuka.
"Kami sedang berkoordinasi ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Paser apakah bisa dirubah konsep bangunan yang sudah tanpa sekat itu," katanya.
Rencananya sewa kios ini per lapak kata Guntur belum ditentukan harganya. Namun dia menjamin tidak akan mahal, karena tujuannya buat pemasukan masjid dan bukan orientasi bisnis.
Editor : Uways Alqadrie