Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

PT Cotrans Asia Tanam 7.000 Bibit Mangrove di Paser untuk Dukung Mitigasi Iklim dan Kelestarian Pesisir

Muhammad Najib • Senin, 29 September 2025 | 20:35 WIB
PT Cotrans Asia kembali melanjutkan program CAMP 2025 berupa penanaman mangrove di Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Senin (29/9). (FOTO NAJIB/KP)
PT Cotrans Asia kembali melanjutkan program CAMP 2025 berupa penanaman mangrove di Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Senin (29/9). (FOTO NAJIB/KP)

KALTIMPOST.ID-PT Cotrans Asia (CTA) melalui Cotrans Asia Mangrove Program (CAMP) kembali melanjutkan kegiatan rehabilitasi mangrove di Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Paser tahun ini. Sebanyak 7.000 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir desa tersebut.

Program itu merupakan wujud kepedulian Cotrans dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2025 dan Hari Mangrove Sedunia pada 26 Juli 2025.

Ketua CAMP Ahmad Afandi menyampaikan kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan sekaligus mitigasi perubahan iklim.

“Sejak 2023, Cotrans telah menanam lebih dari 13 ribu bibit mangrove di Paser,” kata Afandi, Senin (29/9). Ia berharap penanaman 7.000 bibit kali ini memiliki tingkat keberhasilan tumbuh yang lebih optimal.

Direktur Utama PT Cotrans Asia, Surya Aribowo, menambahkan bahwa CAMP merupakan program unggulan perusahaan dalam mendukung sustainable development goals (SDGs) terkait perubahan iklim, ekosistem lautan, dan ekosistem daratan.

Sejak 2023, Cotrans telah menanam 2.500 bibit mangrove di Desa Harapan Baru. Program dilanjutkan pada 2024 dengan penanaman 10.860 bibit, termasuk 9.000 bibit di Desa Muara Adang pada Juli serta 1.860 bibit pada Agustus.

Meski hasil evaluasi bersama BKSDA Kaltim menunjukkan tingkat keberhasilan belum mencapai target minimal 75 persen, Cotrans tetap optimistis.

“Pada 2025 ini kami optimistis tingkat keberhasilan bisa di atas 75 persen. Kami akan bekerja lebih keras dengan melibatkan berbagai pihak,” ujar Surya.

Selain rehabilitasi mangrove, Cotrans juga mendukung program tambak ramah lingkungan yang dimulai di Desa Muara Adang tahun ini.

Upaya ini diharapkan memperkuat ekosistem pesisir sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Presiden Direktur Utama PT Interport Mandiri Utama Adi Darma Shima sebagai induk usaha Cotrans, mengapresiasi semangat tim CTA.

Menurutnya, program CAMP sejalan dengan empat pilar Interport, yakni pelestarian mangrove, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

“Memang sulit mencapai 75 persen tingkat keberhasilan mangrove, tapi yang terpenting adalah komitmen bersama. Harapannya tiap tahun dicek, karena keberhasilan bukan sekadar jumlah bibit yang ditanam,” kata Adi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser Achmad Safari menyampaikan bupati Paser memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Cotrans atas konsistensi menjaga lingkungan.

“Kerusakan lingkungan tidak hanya terjadi di darat, tapi juga di pesisir. CAMP adalah bukti nyata bahwa pelaku usaha ikut berperan dalam keberlangsungan lingkungan,” ujarnya.

Perwakilan Kideco, Nugraha Wikuyanto, juga memberikan dukungan. Ia menyebut program itu bermanfaat besar bagi ekosistem dan masyarakat pesisir. “Kideco akan terus mendukung agar keberlangsungan lingkungan pesisir bisa terjaga,” katanya.

Kepala Desa Muara Adang Kurniansyah menyampaikan terima kasih atas program yang konsisten dijalankan Cotrans. Menurutnya, masyarakat nelayan di pesisir sangat terbantu dengan penanaman mangrove.

“Program ini membuat masyarakat tetap bisa mencari nafkah sekaligus menjaga lingkungan. Cotrans selalu menanyakan kebutuhan desa setiap tahun,” jelas Kurniansyah.

Apresiasi juga datang dari BKSDA Kaltim. Kasi Konservasi Wilayah III Balikpapan Bambang Hari Trimarsito menyebut penanaman mangrove sebagai salah satu program penting dalam pemeliharaan ekosistem.

“Pemulihan ekosistem tidak bisa dilakukan sendiri, perlu dukungan dari perusahaan dan masyarakat. Kami berterima kasih atas konsistensi Cotrans,” ujarnya.

Dengan dukungan semua pihak, program CAMP diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam menjaga ekosistem pesisir, mencegah abrasi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan pesisir Paser. (adv/rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #Kabupaten Paser #hutan mangrove #Kutai Barat berita kecelakaan #mitigasi iklim