KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Inovasi digital kembali mencuri perhatian dari Tanah Paser. Seorang pemuda daerah berhasil menapaki panggung internasional melalui karya yang kini dipakai puluhan industri di Malaysia.
Perjalanan itu datang dari dunia keamanan siber—bidang yang semakin penting di tengah meningkatnya ancaman digital.
Fawwaz Musaffa muncul sebagai tokoh utama. Pemuda 19 tahun asal Desa Tapis, Tanah Grogot, ini memimpin sebuah proyek di bawah CyberSecurity Malaysia (CSM). Dari sana lahir dua aplikasi penting: Portal Edukasi Cyberawareness dan sistem keamanan Anvus.
Baca Juga: Tugu Burung Tiung Dirombak: Pemkab Paser Anggarkan Rp 100 Juta
Prestasinya mendapat pengakuan resmi setelah ia menerima penghargaan International Battle of Hackers (IBOH) 2025 dari CEO CSM, Amirudin Abdul Wahab, pada 7 November 2025 di Malaysia.
Menurut Fawwaz, dari dua proyek tersebut, Anvus menjadi produk yang paling mendapat sorotan.
"Anvus ini dirancang untuk memperkuat keamanan sistem website melalui pemindaian malware dan deteksi ancaman secara menyeluruh,” ujarnya melalui WhatsApp, Selasa (2/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa Anvus bekerja nonstop untuk mendeteksi beragam ancaman, seperti file mencurigakan, backdoor tersembunyi, injeksi script, hingga perubahan kecil pada sistem yang berpotensi dimanfaatkan peretas.
Sistem ini mengombinasikan analisis signature, heuristik, dan deteksi anomali. Tak heran, kini Anvus telah digunakan oleh 50 industri di Malaysia.
Meski sukses di negeri jiran, Fawwaz tetap memikirkan tanah kelahirannya. Ia merencanakan penerapan Anvus di Kabupaten Paser.
“Rencananya saat liburan nanti, kami akan bertemu DKISP Kabupaten Paser untuk mulai menerapkan Anvus di sana,” kata pemuda kelahiran 2 Agustus 2006 itu.
Fawwaz menilai ancaman siber kini menyasar bukan hanya instansi, tetapi juga akun pribadi. Karena itu, ia ingin literasi keamanan digital di Paser ikut berkembang.
Di balik proyek ini, Fawwaz tidak bekerja sendiri. Ia didukung tim ZeroSec Indonesia (ZeroSecID), yang beranggotakan Dandy Arnaldo, Sqeful Alam, Fahab Syihab, Akhmad Fauzan Fathurokman, Muhammad Jaenal Abidin, Evelyn Angelica Lie, dan Faiz Ahmad Habibi.
Mereka turut dibimbing oleh dua dosen Asia Pacific University (APU) Malaysia, Noris Ismail dan Nor Azlina Abd Rahman.
Kini, ZeroSecID tengah membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Anvus sedang dalam pembahasan dengan sejumlah instansi strategis, seperti PT Antam, Kominfo Paser, Polri, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, dan Pemerintah Daerah Yogyakarta.
Fawwaz berharap langkahnya menjadi dorongan bagi pemuda Paser lainnya.
Baca Juga: Infrastruktur dan Gratispol Jadi Sorotan Utama Reses DPRD Kaltim 2025
“Serangan siber bisa terjadi pada akun pribadi sekalipun, jadi sudah saatnya pemuda belajar dasar-dasar keamanan siber,” pesannya. “Yang penting berani mencoba dan terus berinovasi.”
Kisah Fawwaz menjadi bukti bahwa mimpi anak daerah dapat menembus batas internasional dan kembali membawa manfaat bagi kampung halaman. (*)
Editor : Ery Supriyadi