TANAH GROGOT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser berupaya keras menghidupkan kembali keramaian Kandilo Plaza, yang selama ini menjadi salah satu pusat perbelanjaan utama di Tanah Grogot. Strategi utama yang saat ini gencar ditawarkan kepada investor adalah kehadiran sebuah bioskop dan masuknya merek-merek ritel ternama yang belum ada di Paser.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Induk Penyembolum Senaken Mohammad Djamaluddin mengakui bahwa Kandilo Plaza sangat membutuhkan produk unggulan yang mampu memicu ketertarikan masyarakat secara masif.
"Pemerintah daerah sudah aktif menawarkan dan mempromosikan Kandilo Plaza, artinya kami secara terbuka mengajak investor untuk berinvestasi di sini," kata Djamaluddin, pada Senin (15/12/2025).
Djamaluddin memastikan bahwa dari sisi kesiapan bangunan, Kandilo Plaza memiliki banyak area yang masih lowong dan siap dimanfaatkan, khususnya di Lantai 1 dan Lantai 3. Meskipun Lantai 3 sempat diragukan saat dihitung uji coba teknis.
Peluang kehadiran bioskop cukup cerah. Djamaluddin mengungkapkan bahwa sudah ada satu investor yang berminat untuk membuka bioskop di Kandilo Plaza. Namun, kepastian ini masih menunggu perkembangan proyek lain di lokasi yang sama.
"Kebetulan investor bioskop itu rekanan dengan penyedia jasa pembangunan venue bowling. Jadi, mereka saat ini menunggu progres pembangunan venue bowling, kalau sudah berjalan baru berencana untuk berkunjung dan survei ke Paser," jelasnya.
Selain sektor hiburan, Pemkab Paser juga agresif menawarkan Kandilo Plaza kepada produk-produk ternama di Indonesia yang banyak diminati masyarakat namun belum tersedia di Kabupaten Paser.
Hasilnya, salah satu merek makanan populer, Roti O, dilaporkan telah menunjukkan ketertarikan.
"Kami sudah ada menawarkan dengan produk Roti O. Mereka rencananya akan melakukan survei langsung ke lokasi dulu," kata Djamaluddin.
Diharapkan, masuknya bioskop sebagai magnet hiburan dan ritel-ritel ternama ini akan menjadi motor penggerak untuk mengembalikan pamor Kandilo Plaza sebagai pusat keramaian dan ekonomi di Tanah Grogot. (*)
Editor : Sukri Sikki