KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Sejak pertengahan Desember 2025 hingga Januari 2026, Kabupaten Paser dibanjiri stok buah durian. Kondisi ini membuat pedagang durian bermunculan hampir di seluruh ruas jalan perkotaan, pintu masuk kota, hingga kawasan perbatasan.
Para pedagang hadir dengan berbagai cara. Ada yang berjualan menggunakan mobil, membuka lapak di depan rumah, hingga memanfaatkan lahan kosong milik warga yang dinilai strategis.
Untuk durian lokal, sebagian besar pasokan berasal dari Kecamatan Batu Sopang. Beberapa desa yang menjadi sentra di antaranya Sungai Terik, Rantau Buta, dan sekitarnya.
Baca Juga: 2 Juta Lebih Bibit Ikan Digelontorkan ke Pokdakan Paser, Ini Dampak yang Diharapkan
Selain durian lokal, pasokan dari luar daerah juga cukup mendominasi. Durian dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan banyak masuk ke Kabupaten Paser selama musim panen ini.
Salah satu pedagang di Desa Tanah Periuk, Abdillah, mengaku sengaja mendatangkan durian dari Kalimantan Tengah karena cita rasanya yang dinilai lebih unggul.
Ia menggunakan mobil pikap untuk mengambil durian langsung dari daerah tersebut dengan jumlah sekitar 600 buah sekali angkut.
Baca Juga: Gagal Lima Besar PON XXI, PJSI Kaltim Sebut Bukan Salah Ketua KONI Saja
“Alhamdulillah, dua sampai tiga hari sudah habis dan baru ke sana lagi ambil,” ujar Abdillah, Kamis (8/1/2026).
Harga durian yang dijual pun bervariasi, tergantung ukuran dan kualitas. Mulai dari Rp10 ribu per buah, paket Rp50 ribu untuk tiga buah, hingga Rp75 ribu per buah untuk durian pilihan.
Pedagang dari Kalimantan Selatan juga turut meramaikan pasar durian di Paser. Irfansyah, pedagang asal Barabai, membawa langsung durian dari daerah asalnya untuk dijual di sekitar perumahan Kodim, Jalan Yos Sudarso.
Baca Juga: Sinyal CPNS 2026 Makin Terbuka, 22 Kementerian Baru Siap Butuh ASN
Menurutnya, durian dari Barabai memiliki rasa yang lebih lezat dibandingkan jenis lainnya. Ia juga menawarkan beragam harga sesuai kualitas.
“Ada harga, ada kualitas yang jelas. Silakan dicoba dulu,” katanya.
Durian asal Barabai dijual dengan kisaran harga Rp25 ribu hingga Rp70 ribu per buah. Ciri khasnya, daging buah berwarna lebih kuning dan teksturnya lembut seperti mentega, berbeda dengan durian lokal Paser maupun durian dari Kalimantan Tengah.
Musim durian ini pun dimanfaatkan warga Paser sebagai momen berkumpul bersama keluarga dan teman. Banyak lapak menyediakan kursi, air mineral, hingga tisu bagi pembeli yang ingin menyantap durian langsung di tempat.
Pembeli bahkan disarankan makan di lokasi agar bisa memilih kualitas terbaik. Jika durian yang dibuka ternyata kurang bagus, pembeli tidak perlu membayar. (*)
Editor : Ery Supriyadi