Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bikin Miris, Puluhan Anak di Paser Jadi Korban Kekerasan Sepanjang 2025

Muhammad Najib • Minggu, 11 Januari 2026 | 17:16 WIB
Kepala DPPKBP3A Paser Amir Faisol.
Kepala DPPKBP3A Paser Amir Faisol.

KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT - Sebanyak 29 anak di Paser menjadi korban kekerasan sepanjang 2025. Ini berdasarkan laporan yang dikumpulkan Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Paser.

Dari 29 kasus kekerasan anak tersebut mayoritas dialami anak perempuan sepanyak 21 kasus, sementara 8 kasus sisanya dialami anak laki-laki.

Kepala DPPKBP3A Paser Amir Faisol mengatakan kasus kekerasan terhadap anak pada 2025 didominasi oleh kasus kekerasan seksual sebanyak 14 kasus, kemudian kekerasan fisik 5 kasus, perebutan hak anak 4 kasus, dan kekerasan psikis 2 kasus.

"Untuk kasus penelantaran anak nihil, kemudian kasus kekerasan lainnya yang sifatnya juga terkait dengan anak ada 4 kasus," kata Kepala DPPKBP3A Paser, Amir Faisol, Minggu (11/1/2026).

Adanya puluhan anak yang dilaporkan mengalami kekerasan, DPPKBP3A Paser mengambil langkah untuk melakukan pendampingan guna mengurangi trauma terhadap anak.

Upaya pendampingan yang disebut trauma healing melingkupi 17 kasus kekerasan, mediasi 6 kasus, pendampingan korban dan pelaku sebanyak 6 kasus. Dari sisi penyelesaian kasus yang ditangani, dalam proses ada 10 kasus, selesai 15 kasus, proses rujukan 4 kasus.

Kasus kekerasan yang dialami anak-anak ini menjadi keprihatinan pemerintah daerah, apalagi selalu terjadi setiap tahunnya.

Amir menyebut dibandingkan dengan tahun sebelumnya, disebut mengalami penurunan jumlah kasus kekerasan anak, namun tidak begitu signifikan. Perbandingan dengan 2024 mencapai 30 kasus lebih tidak terlalu berbanding jauh.

Pelaku dari tindak kekerasan terhadap anak sebagian besar bahkan dilakukan oleh lingkungan terdekat korban.

Lingkungan terdekat itu bisa dari keluarganya, tetangga, atau bahkan kerabatnya. Upaya pencegahan kekerasan terhadap anak dan juga perempuan dipastikan terus berjalan, berupa sosialisasi yang menyasar seluruh wilayah kecamatan.

Pihaknya juga melibatkan kalangan anak-anak sekolah untuk turut aktif menyuarakan atau kampanye terkait pencegahan kekerasan anak dan perempuan.

"Kami juga punya tim Pencegahan Kekerasan Anak dan Perempuan Terpadu Berbasis Masyarakat, dan sekitar 30 desa sudah membentuk relawan," katanya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#paser #anak #perempuan #kekerasan