Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

DBD Kembali Teror Warga Paser, Tahun Lalu Ratusan Orang Terjangkit

Muhammad Najib • Minggu, 11 Januari 2026 | 17:19 WIB
 PERHATIAN: Tahun lalu masih ditemukan ratusan warga di Paser terjangkit DBD. Tepatnya ada 243 kasus.
 PERHATIAN: Tahun lalu masih ditemukan ratusan warga di Paser terjangkit DBD. Tepatnya ada 243 kasus.

TANAH GROGOT - Mitigasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Paser terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD) sepanjang 2025 masih belum maksimal. Sebab tahun lalu masih ditemukan ratusan warga terjangkit DBD di wilayah ini. Tepatnya ada 243 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinker) Paser Amri Yulihardi mengatakan, dari ratusan kasus DBD yang ditangani pada periode Januari-Desember 2025, lonjakan kasus terjadi di pertengahan tahun, yakni pada Mei sebanyak 40 kasus dan Juni sebanyak 51 kasus.

“Puncak kenaikan kasus DBD terjadi sampai dengan Juni, kemudian kasusnya mengalami penurunan signifikan hingga akhir tahun,” katanya, Minggu (11/4).

Berdasarkan sebaran per wilayah, DBD paling banyak ditangani oleh Puskesmas Suliliran Baru di Kecamatan Paser Belengkong. Sebanyak 79 kasus. Kemudian di Puskesmas Tanah Grogot Kecamatan Tanah Grogot sebanyak 46 DBD.

Terjadinya kenaikan tren kasus DBD membuat pemerintah daerah sempat mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan DBD yang ditujukan ke seluruh kecamatan. "Untuk sekarang mulai Januari kami masih menyurati ke masing-masing Puskesmas supaya waspada terhadap DBD," kata Amri.

Upaya yang dilakukan Dinkes Paser berupa imbauan gotong royong kepada masyarakat melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) lewat tindakan 3M (meguras, menutup dan mengubur).

Menurutnya, upaya pencegahan penyakit DBD perlu kesadaran bersama, terutama membasmi tumpukan sampah yang dapat menyebabkan terjadinya genangan air hingga akhirnya bisa dijadikan sarang nyamuk.

Faktor cuaca seperti musim hujan dianggap bukan satu-satunya faktor yang menjadi pemicu munculnya sarang nyamuk karena menimbulkan genangan air.

"Mungkin juga dari penampungan air warga yang tidak tertutup, jadi bukan hanya cuaca, tapi bisa dari perilaku kita yang menyebabkan genangan air," kata Amri.

Terkait fogging, disebutkan pemerintah tetap melaksanakan apabila terdapat wilayah yang ditemukan kasus DBD, minimal 2 orang di wilayah tersebut.

Hanya saja fogging dianggap tidak efektif, karena hanya dapat mematikan nyamuk sesaat, tidak memberantas langsung dari sumbernya atau jentik nyamuk. Penyebab utamanya jentik nyamuk, sehingga solusi yang paling tepat adalah gerakan gotong royong PSN. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#paser #demam berdarah #pemerintah kabupaten #ratusan kasus #dbd