TANAH GROGOT – Pemerintah Kabupaten Paser bergerak cepat dalam merespons dinamika sosial dan kebutuhan pokok masyarakat. Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, bersama Wakil Bupati Ikhwan Antasari, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Tanah Grogot, Rabu (11/3/2026).
Agenda strategis yang dibalut dengan suasana silaturahmi buka puasa bersama ini menghadirkan unsur perangkat daerah, camat, kepala desa, hingga instansi vertikal. Termasuk para forkopimda. Tiga isu krusial menjadi fokus utama pembahasan: Persiapan Pilkades, Mitigasi Konflik Satwa, dan Ketahanan Pangan.
Dalam arahannya, Bupati Fahmi mengapresiasi keberhasilan sektor peternakan lokal. Saat ini, Kabupaten Paser telah mampu memproduksi telur dan daging ayam secara mandiri, bahkan stok telur tercatat melebihi kebutuhan daerah (surplus).
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemkab Paser bersinergi dengan Perum Bulog KCP Tana Paser memastikan ketersediaan stok pangan dalam posisi aman. Beras ada stok 1.500 ton medium dan 30 ton premium (25 ton dalam perjalanan).
Kemudian Minyak Goreng ada 5.000 liter (80.000 liter dalam perjalanan), dan Gula Pasir & Daging ada 14 ton gula dan 3.500 kg daging sapi. Untuk menjaga daya beli masyarakat, pemerintah menyalurkan Program Bantuan Pangan kepada 22.913 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berupa 458.280 kg beras dan 91.652 liter minyak goreng.
Paser menurutnya tidak boleh terus-menerus didikte pasar. Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) akan segera dilakukan untuk intervensi harga, terutama cabai dan bawang.
"Ke depan, Paser harus berdaulat pangan melalui percepatan Kawasan Pertanian Terpadu di Lati Petangis dan gerakan menanam cabai massal," kata Fahmi. Isu keselamatan warga juga menjadi perhatian serius Bupati menyusul maraknya serangan buaya. Data BPBD mencatat sejak 2024 hingga akhir 2025, terdapat lima korban jiwa di lokasi berbeda, termasuk kejadian terbaru di Desa Kerang pada Desember 2025.
Menyikapi hal ini, Bupati Fahmi mengeluarkan instruksi darurat. Diantaranya Pemetaan Zona Bahaya, di mana perangkat daerah diminta menyisir perairan di Kecamatan Batu Engau, Long Kali, dan Sungai Kandilo.
Selain itu harus ada pemasangan papan imbauan wajib dipasang di seluruh titik rawan serangan, dan sosialisasi mengenai jam rawan serangan buaya dan larangan beraktivitas sendirian di sungai.
"Kita tidak boleh kalah oleh predator. Saya minta warga diedukasi secara masif agar tidak ada lagi korban jiwa. Jika melihat keberadaan buaya, jangan bertindak sendiri. Segera lapor ke Ketua RT, Kantor Desa, atau hubungi Paser Siaga Call Center 112," imbaunya.
Menutup rakor tersebut, Fahmi juga memberikan peringatan keras kepada oknum pedagang agar tidak melakukan penimbunan bahan pokok. Beliau mengajak masyarakat untuk menjadi pembeli cerdas dan menghindari panic buying.
Langkah-langkah preventif ini diambil sebagai komitmen nyata Pemkab Paser dalam mengembalikan rasa aman dan menjamin kesejahteraan seluruh warga Bumi Daya Taka. (adv/jib)
Editor : Muhammad Rizki