KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT-Bupati Paser dr Fahmi Fadli menginjakkan kaki pertama kali ke Bukit Sultan atau Sultan Hill di Desa Lempesu, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser, Jumat (10/4) lalu.
Fahmi didampingi Ketua KONI Paser, Katsul Wijaya, Ketua Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) Paser Romif Erwinadi, dan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Paser Kurniawan. Kehadiran Fahmi disambut Owner Bukit Sultan, Muhammad Jarnawi.
Baca Juga: Juni, Paser Gelar Lomba Paralayang Level Internasional di Bukit Sultan
Bupati mengapresiasi Jarnawi yang merupakan warga lokal, berani berinvestasi membangun area wisata sekaligus arena Paralayang untuk daerah. Bukit Sultan sangat bagus untuk lokasi paralayang dan paramotor, serta pengembangan pariwisata. Sesuai dengan tujuan Paser menjadi daerah wisata dengan branding Sport Tourism.
Selanjutnya, Fahmi meminta jajarannya di pemerintahan daerah membantu pengembangan lokasi Bukit Sultan agar lebih mudah dijangkau masyarakat, termasuk mendukung pengembangan lainnya sesuai ranah pemerintah.
Fahmi mendorong para atlet Paralayang meningkatkan kapasitasnya, sehingga nantinya menjadi cabor unggulan yang dapat meraih prestasi medali emas. "Potensi atlet paralayang kita sangat besar, dan berharap ini menjadi cabor andalan, apalagi Juni mendatang akan digelar kejuaraan paralayang nasional,” sambung Fahmi.
Baca Juga: Tak Didampingi Leonard Tupamahu, Persiba Balikpapan Tegaskan Tetap Fokus
Lokasi Bukit Sultan bisa digunakan kegiatan selain paralayang, semisal rakor pemerintahan dan lainnya. "Mungkin bisa juga retreat kepala dinas di sini," canda Fahmi. Bukit Sultan memiliki ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut (MDPL), sementara dari daratan ketinggiannya sekitar 150 meter. Lokasinya hanya 30 menit dari pusat kota Tanah Grogot. Pemandangan malam tak kalah indah.
Bukit Sultan berdampingan dengan lokasi wisata lainnya, yaitu Air Terjun Doyam Turu, serta tidak jauh dari Gunung Embun dan Gunung Sampi. Fasilitas Bukit Sultan terus dikembangkan pengelola, agar pengunjung yang datang bisa puas dan tidak hanya untuk lomba Paralayang. "Semoga jalan menuju ke sini di beberapa titik belum mulus bisa diperbaiki oleh pemerintah," kata Jarnawi. (*)
Editor : Dwi Restu A