Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Melihat Keindahan Air Terjun Doyam Sondong di Long Ikis

Muhammad Najib • Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB
KEINDAHAN ALAM: Menempuh perjalanan ke Air Terjun Doyam Sondong di Desa Tiwei Kecamatan Long Ikis perlu persiapan fisik dan perlengkapan yang ekstra. 
KEINDAHAN ALAM: Menempuh perjalanan ke Air Terjun Doyam Sondong di Desa Tiwei Kecamatan Long Ikis perlu persiapan fisik dan perlengkapan yang ekstra. 
 
KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT–Gemuruh air jatuh beradu dengan sunyinya hutan di Desa Tiwei, Kecamatan Long Ikis, menjadi simfoni alam yang hanya bisa dinikmati mereka yang berani menantang nyali.
 
Tempat itu adalah Air Terjun Doyam Sondong, sebuah "surga" tersembunyi di Kabupaten Paser yang keindahannya masih terbalut murni oleh sulitnya akses medan.
 
Baca Juga: 642 Siswi Ramaikan MLSC Perdana di Samarinda: Bayan Peduli Bangga Jadi Tuan Rumah  
 
Perjalanan menuju Doyam Sondong bukan sekadar tamasya akhir pekan biasa. Dari pusat ibu kota Tanah Grogot, Kaltim Post bersama empat rekan lainnya  menempuh waktu sekitar tiga jam berkendara menggunakan roda dua. 
 
Bagi pengguna roda empat, jangan sesekali mencoba jika tidak menggunakan kendaraan jenis double gardan, mengingat rute yang dilewati mencakup jalur perkebunan hingga konsesi perusahaan kayu.
 
Namun, mesin kendaraan berhenti bukan akhir dari perjuangan. Setibanya di titik pemberhentian terakhir, kami masih harus berjalan kaki selama satu jam lebih menembus jantung hutan. Jika ada sesi dokumentasi di tengah perjalanan, bisa lebih lama. 
 
Baca Juga: DPRD Kukar Soroti Beban Operasional BUMD, Ahmad Yani Buka Opsi Evaluasi Gaji Karyawan
 
Jalur setapak menuju air terjun menuntut fisik yang prima. Pengunjung harus menyusuri anak sungai dan memanjat tebing hutan yang licin. Tak jarang, langkah kaki harus melewati jembatan darurat yang hanya beralaskan batang pohon seadanya.
 
Jalurnya sangat terjal, licin, dan basah. Memang sangat melelahkan bagi yang jarang berjalan jauh, tapi bagi pecinta alam, ini adalah tantangan yang candu. 
 
Mengingat lokasinya yang benar-benar terisolasi, persiapan matang adalah kunci. Di titik pemberhentian motor, tak ada lagi pedagang yang ditemui. 
 
Baca Juga: DPRD Kukar Soroti Beban Operasional BUMD, Ahmad Yani Buka Opsi Evaluasi Gaji Karyawan
 
Satu-satunya pilihan adalah membawa bekal sendiri dari pusat kecamatan. Menggunakan perlengkapan outdoor seperti sepatu atau sandal gunung yang memiliki daya cengkeram kuat sangat disarankan, mengingat medan bebatuan yang berlumut.
 
Setelah total empat jam perjalanan yang menguras keringat, lelah seketika sirna begitu pucuk air terjun mulai terlihat. Airnya jernih, mengalir deras di antara rimbunnya pepohonan yang masih asri. Jika beruntung, bias sinar matahari yang menembus uap air akan menciptakan pelangi kecil yang menari-nari di bawah air terjun.
 
Puncak Doyam Sondong menawarkan ketenangan yang absolut. Di tengah udara yang dingin dan suasana rindang, ritual terbaik untuk merayakan keberhasilan mencapai lokasi adalah dengan menyeduh secangkir kopi hangat dan menikmati mi instan di tepi aliran air.
 
Baca Juga: DPRD Kukar Soroti Beban Operasional BUMD, Ahmad Yani Buka Opsi Evaluasi Gaji Karyawan
 
Doyam Sondong tetap menjadi bukti bahwa Paser memiliki potongan surga yang belum terjamah. Meski jalannya penuh rintangan, keindahan yang ditawarkan sepadan dengan setiap tetes keringat yang jatuh di sepanjang jalur Desa Tiwei.
 
Tips bagi pengunjung, gunakan pakaian tipis dan tidak menyerap banyak air agar tidak berat saat basah. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum memasuki area Desa Lombok dan Brewe.
 
Bawa kembali sampah logistik Anda untuk menjaga keasrian hutan Paser. (*)
Editor : Dwi Restu A
#doyam sondong #paser #Long Ikis #air terjun