KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Potensi besar rumput laut tambak jenis Gracilaria di Desa Maruat dan Desa Muara Telake, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, kini mulai memasuki babak baru.
Jika sebelumnya hasil panen hanya dikirim ke luar daerah dalam bentuk bahan mentah, saat ini warga setempat telah berhasil memproduksi puluhan jenis olahan bernilai tambah.
Hilirisasi ini merupakan hasil pendampingan intensif Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Paser sejak 2025. Memasuki tahun 2026, beragam produk olahan mulai membanjiri pasar, mulai dari sektor kuliner hingga kosmetik.
Produk yang dihasilkan warga di dua desa tersebut sangat variatif, di antaranya Camilan seperti Keripik, kerupuk, amplang, dan stik rumput laut. Ada juga Makanan Manis seperti Dodol, sirup, selai, ice cream, hingga adonan donat. Selain itu ada produk Kesehatan dan Kecantikan berupa Masker wajah, jamu, dan minuman herbal.
Kepala Disnakertrans Paser, Rizky Noviar menegaskan bahwa langkah ini diambil agar nilai ekonomi rumput laut tetap berputar di Kabupaten Paser. "Pa Bupati menginginkan produk ini menjadi kebanggaan Paser dan Kaltim, karena hanya Paser yang memiliki potensi besar untuk produksi rumput laut tambak di Kalimantan Timur," ujar Rizky, Kamis (30/4/2026).
Meski produksi sudah berjalan lancar, tantangan utama yang dihadapi para perajin adalah legalitas dan jangkauan pasar.
"Kendala saat ini mereka belum bisa memasarkan secara luas karena belum memiliki sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Kami berharap dinas terkait bisa membantu proses ini," ungkap Kepala Desa Muara Telake, Hasanuddin.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Maruat Syahrudin menyebutkan, bahwa di desanya saja terdapat 14 varian olahan yang dibuat oleh warga. Meski beberapa produk sudah menjuarai lomba produk unggulan tingkat provinsi, penjualannya saat ini masih terbatas di gerai desa.
Baca Juga: Pajak Air Tanah Bontang Tembus 62,98 Persen, Perusahaan Masih Dominasi Setoran
Menanggapi aspirasi tersebut, Pemkab Paser berkomitmen untuk memberikan bantuan lanjutan berupa Pelatihan Branding untuk eningkatkan kualitas kemasan agar lebih menarik secara visual.
Untuk Perizinan, Disnakertrans akan memfasilitasi pengurusan PIRT agar produk dapat masuk ke pasar modern. Disnakertrans juga akan menjadikan olahan rumput laut sebagai oleh-oleh resmi dalam acara besar daerah dan pameran tingkat provinsi.
Melalui upaya ini, diharapkan kesejahteraan warga Desa Maruat dan Muara Telake terus meningkat, seiring dengan semakin luasnya jangkauan distribusi produk kebanggaan Bumi Daya Taka (Paser) lebih beragam. (adv/jib)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo