KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT–Semangat memajukan dunia pendidikan terpancar kuat dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, yang digelar di halaman Kantor Bupati Paser, Sabtu (2/5).
Hadir di tengah barisan tamu kehormatan, Anggota DPRD Kabupaten Paser, Edwin Santoso, memberikan pesan mendalam mengenai arah masa depan sumber daya manusia (SDM) di Bumi Daya Taka (sebutan Paser).
Baca Juga: Kronologi Lengkap Pembunuhan 1 Keluarga di Perbatasan Kalteng–Kaltim: Pembantaian hingga Pembakaran
Mengusung tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” upacara tersebut berlangsung khidmat, diikuti jajaran forkopimda, aparatur sipil negara, tenaga pendidik, hingga para pelajar.
Bagi Edwin Santoso, Hardiknas bukan sekadar seremonial tahunan. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan, setiap gerak pembangunan di Kabupaten Paser harus bermuara pada kesiapan mental dan intelektual generasinya.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kemajuan daerah kita sangat bergantung pada kualitas pendidikan hari ini. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat adalah kunci utama,” kata Edwin.
Baca Juga: Wagub Seno Aji "Restui" Anderiy Syachrum, Minta Kepengurusan KONI Kaltim Lebih Ramping
Dalam kesempatan tersebut, Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu memberikan sorotan khusus pada aspek krusial di lapangan. Dia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Paser yang terus berupaya memperluas akses pendidikan hingga ke pelosok desa. Namun, dia juga mengingatkan bahwa kualitas tetap harus menjadi prioritas.
Edwin mendorong pendidikan bermutu di Paser melalui peningkatan sarana dan prasarana, dengan emastikan sekolah di wilayah terpencil memiliki fasilitas yang setara dengan di kota.
Kesejahteraan tenaga pendidik menurutnya sangat penting, dengan memberikan perhatian lebih pada kesejahteraan guru sebagai ujung tombak transformasi ilmu. Edwin mendorong para guru agar adaptasi teknologi dan metode ajar yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Tema "Partisipasi Semesta" tahun ini dinilai Edwin sangat relevan. Ia mengajak dunia usaha dan tokoh masyarakat untuk turut serta memikul tanggung jawab dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Menurutnya, pendidikan yang bermutu tidak boleh bersifat eksklusif, melainkan harus bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
"Peringatan Hardiknas 2026 harus menjadi momentum bagi kita untuk berhenti bekerja sendiri-sendiri. Dengan kolaborasi yang kuat—atau yang kita sebut partisipasi semesta—pendidikan bermutu untuk semua bukan lagi sekadar slogan, tapi target nyata yang akan kita wujudkan bersama di Kabupaten Paser," kata Edwin.
Peringatan ini ditutup dengan harapan besar bahwa inovasi di sektor pendidikan akan terus tumbuh, mencetak generasi muda Paser yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh di tengah perkembangan zaman. (*)
Editor : Dwi Restu A