Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Perkuat Sinergi Antarwilayah, Pemkab Paser Fokus Jaga Stabilitas Pangan dan Energi Jelang Iduladha

Muhammad Najib • Selasa, 19 Mei 2026 | 08:42 WIB
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Paser, Adi Maulana, menghadiri High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia di Balikpapan, Senin (18/5/2026).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Paser, Adi Maulana, menghadiri High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia di Balikpapan, Senin (18/5/2026).

 
KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kabupaten Paser menghadiri agenda strategis High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Senin (18/5/2026).

Pertemuan tersebut bertujuan mengevaluasi program pengendalian harga sekaligus menyusun strategi ketahanan pangan dan energi menjelang Hari Raya Iduladha. Dalam kegiatan itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Paser, Adi Maulana, yang mewakili Bupati Paser Fahmi Fadli, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika harga komoditas hortikultura.

Memasuki awal Mei 2026, Kabupaten Paser mencatat kenaikan harga pada komoditas tomat dan bawang merah. Kondisi itu dipicu berkurangnya pasokan dari sentra produksi akibat faktor cuaca yang kurang kondusif. Adi Maulana menjelaskan, pada April lalu harga cabai masih tergolong stabil.

Baca Juga: Dana Transfer Dipangkas, Bupati Mudyat Noor Putar Otak Cari Pendanaan Baru ke Pusat dan Pilih Pertahankan Tunjangan Pegawai

Harga cabai rawit merah berada di angka Rp60 ribu per kilogram, bawang merah Rp47.500 per kilogram, dan bawang putih Rp35 ribu per kilogram. Berdasarkan data Lamin Etam pada pekan pertama Mei, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga, seperti cabai rawit, cabai merah, LPG, dan bawang putih.

Salah satu isu krusial yang dibahas dalam rapat tersebut ialah lonjakan harga BBM nonsubsidi jenis Dexlite. Pada awal April 2026, harga Dexlite masih Rp14.500 per liter. Namun, pada pertengahan April naik menjadi Rp24.150 per liter, lalu kembali meningkat menjadi Rp26.600 per liter pada awal Mei 2026.

Kenaikan harga tersebut menjadi perhatian serius Pemkab Paser. Adi Maulana meminta Pertamina memastikan ketersediaan pasokan BBM, terutama untuk masyarakat pesisir dan nelayan yang sempat mengalami kelangkaan BBM subsidi.

Baca Juga: Sulisman Pimpin Distransnaker Kutim, Aturan Tenaga Kerja Lokal Jadi Sorotan

“Kenaikan ini berdampak langsung terhadap biaya logistik dan harga sembako di masyarakat. Pemerintah Kabupaten Paser meminta Pertamina memastikan ketersediaan pasokan, khususnya bagi masyarakat pesisir dan nelayan,” ujar Adi.

Di sisi lain, Pemkab Paser terus mendorong kemandirian pangan melalui program “Paser BERAKSI” (BeteRnak Ayam atasi gejolaK InflaSI). Program tersebut mencatat peningkatan produksi telur ayam ras yang signifikan, dari 88 ton pada 2024 menjadi 2.328 ton pada 2025.

Sebagai langkah penguatan infrastruktur pangan, Pemkab Paser juga telah menyediakan lahan hibah seluas tiga hektare di Kecamatan Long Ikis untuk pembangunan sentra pengolahan gabah berupa dryer, rice milling unit (RMU), dan pergudangan terintegrasi.

Pihak Perum Bulog menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. Kehadiran gudang baru diharapkan mampu memutus rantai distribusi yang selama ini masih bergantung pada Pelabuhan Balikpapan dan pasokan dari Kalimantan Selatan. Dengan gudang mandiri, validasi stok serta distribusi barang bersubsidi seperti beras SPHP dan Minyakita dapat dilakukan lebih optimal.

Melalui strategi 4K, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif, sinergi antarwilayah di Kalimantan Timur diharapkan semakin kuat dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan global dan perubahan iklim. Kegiatan tersebut diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Paser, Pemkot Balikpapan, dan Pemkab Penajam Paser Utara. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#pemkab paser #harga bbm #tpid #inflasi daerah #ketahanan pangan