KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Sebanyak 60 atlet paralayang nasional dan mancanegara dipastikan berlaga dalam kejuaraan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) Paser seri pertama. Event internasional perdana ini dijadwalkan berlangsung pada 4–7 Juni 2026 di Sultan Hill, Desa Lempesu, Kecamatan Paser Belengkong, Kabupaten Paser.
Para peserta tidak hanya datang dari luar Kalimantan Timur, tetapi juga melibatkan atlet dari lima negara tamu undangan, yaitu Malaysia, Thailand, Singapura, Belanda, dan Ukraina. Total hadiah yang diperebutkan dalam ajang ini mencapai Rp 180 juta, yang diklaim sebagai hadiah terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan event tersebut.
Baca Juga: Bupati Paser Minta PT Kideco Bangun Jembatan Penghubung Rantau Layung-Rantau Buta
Kepala Cabang Paralayang Pengkab Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Paser Alfansuri Hidayat mengungkapkan bahwa persiapan venue Sultan Hill telah dilakukan sejak awal tahun 2026 agar memenuhi standar internasional. Pembenahan tersebut mengacu pada hasil pertemuan dengan Sekjen FASI Pusat.
"Di area take off sudah dirapikan rumput-rumputnya dan dilakukan penebangan pohon yang mengganggu. Sementara di area landing (pendaratan), areanya diperluas lagi menjadi sekitar 1,5 hektare," kata Alfansuri, Selasa (2/6/2026).
Dengan ketinggian sekitar 200 mdpl, venue Sultan Hill kini dinilai layak dan masuk dalam standar penilaian internasional. Sebelumnya, lokasi ini juga telah diakui oleh Ketua Paralayang Pusat dan FASI Pusat sebagai venue paralayang berstandar nasional.
Baca Juga: Tim Elang Polres Paser Tangkap Terduga Pengedar Sabu 19,84 Gram di Pangkalan Ojek Kuaro
Alfansuri menjelaskan bahwa tujuan utama Kabupaten Paser menjadi tuan rumah IPAC adalah untuk memperkenalkan wilayah "Bumi Daya Taka" sebagai destinasi wisata olahraga (sport tourism) unggulan di Kalimantan Timur, baik di kancah nasional maupun internasional. Selain mendatangkan wisatawan, event ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi bagi masyarakat lokal di sekitar Sultan Hill.
Terkait persiapan, Alfansuri mengakui adanya sejumlah kendala, seperti mepetnya waktu dan minimnya sponsor. Sejauh ini, pendanaan baru bersumber dari dukungan Disporapar Paser. Kendati demikian, panitia tetap optimis memaksimalkan persiapan yang ada, terlebih dengan prediksi cuaca bulan Juni yang dinilai sangat bersahabat untuk penerbangan paralayang.
"Dengan waktu yang ada, kami berusaha maksimal," katanya. (*)
Editor : Duito Susanto