KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Badan Pusat Statistik (BPS) Paser menyiagakan 264 petugas untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Para petugas tersebut dijadwalkan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan dari rumah ke rumah (door to door) mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Kepala BPS Paser Bayu Agung Prasetyo mengatakan bahwa saat ini para petugas tengah menjalani tahapan pelatihan teknis untuk meningkatkan kapasitas sebelum diterjunkan ke seluruh desa dan kelurahan di Paser.
"Pelatihan dibagi dua sesi. Sesi pertama pada 3 Juni dan sesi kedua dimulai pada 8 Juni 2026," kata Bayu, Minggu (7/6/2026).
Baca Juga: Desa Wisata Klempang Sari Paser Tembus Tiga Besar Tingkat Provinsi Kaltim 2026
Pelatihan ini bertujuan membekali petugas dengan pemahaman mekanisme sensus, teknik wawancara, serta pengoperasian aplikasi digital bernama Fasih. Aplikasi ini akan menjadi instrumen utama untuk mengumpulkan data ekonomi masyarakat secara digital agar proses pencatatan berjalan lebih cepat, efisien, dan akurat.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan program nasional untuk memperoleh gambaran utuh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat. Di Paser, pendataan akan menyasar berbagai sektor usaha, di antaranya pertanian dan perdagangan, konstruksi dan jasa, industri rumah tangga, dan usaha berbasis digital (online).
Bayu menjelaskan, jumlah petugas yang ditempatkan di setiap desa akan disesuaikan dengan beban muatan dan jumlah penduduk setempat. Wilayah dengan aktivitas ekonomi besar akan mendapatkan alokasi petugas yang lebih banyak.
Data yang terkumpul nantinya digunakan pemerintah sebagai basis data krusial dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi, merencanakan program pemberdayaan usaha, mengembangkan sektor unggulan daerah, hingga menentukan arah investasi di Paser. (*)
Editor : Duito Susanto