Ikhwan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan akan terus menjadi program prioritas hingga tuntas. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemkab Paser menargetkan perbaikan jalan sepanjang 60 kilometer. Namun, hingga saat ini realisasinya baru mencapai 50 persen atau setengah dari target yang ditentukan.
"Artinya masih ada sekitar 50 persen target yang harus dikejar. Di samping itu, tingkat kemantapan jalan kabupaten untuk saat ini baru mencapai 47,02 persen, masih di bawah standar kemantapan nasional sebesar 65 persen. Oleh karena itu, target prioritas kita adalah berada di atas kemantapan nasional," kata Ikhwan.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Aliansi Balikpapan Bergerak Gelar Demo di DPRD, Bawa 14 Tuntutan ke Pemerintah
Meskipun menghadapi tantangan fiskal akibat kebijakan pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) dan penurunan pertumbuhan ekonomi daerah—dari 3,77 persen pada 2024 menjadi 3,61 persen pada 2025—Pemkab Paser berkomitmen untuk tidak menggeser fokus pembangunan jalan dan jembatan.
Ia mengakui bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Paser masih didominasi oleh sektor pertambangan dan penggalian sebesar 54,89 persen pada tahun 2025, yang tercatat terus menurun sejak 2022. Namun perbaikan jalan yang dilakukan secara masif dalam beberapa tahun terakhir diklaim telah memicu pertumbuhan signifikan di berbagai sektor non-tambang.
Sektor-sektor yang mengalami kemajuan tersebut antara lain industri pengolahan, perdagangan, jasa pendidikan, administrasi pemerintahan, informasi dan komunikasi, jasa kesehatan, transportasi, jasa keuangan, penyediaan akomodasi makan minum, real estate, jasa perusahaan, hingga pengadaan listrik, gas, dan air.
Di sisi lain, Ikhwan juga menyoroti adanya dinamika sosial yang positif dari masyarakat. Menurutnya, penilaian warga terhadap kualitas jalan di Kabupaten Paser kini mulai membaik. "Jika beberapa tahun lalu kita masih sering mendapatkan stigma miring terkait kualitas jalan, terutama pada musim hujan, dalam satu atau dua tahun terakhir frekuensinya sudah jauh menurun. Ini berarti secara keseluruhan, pembangunan jalan cukup diterima dan memiliki tingkat kepuasan yang tinggi di masyarakat," pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki