KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Tiga camat yang baru di Kabupaten Paser telah dilantik sejak lowong ditinggal pejabat sebelumnya, yaitu Camat Long Kali, Batu Engau, dan Long Ikis. Ketiga kecamatan tersebut merupakan wilayah terluas dengan jumlah desa terbanyak di Kabupaten Paser.
Bupati Paser dr Fahmi Fadli meminta para camat bekerja ekstra dan memanfaatkan ajang tahunan yang sedang berjalan. Seperti MTQ di Long Kali dan TTG di Long Ikis sebagai pemantik untuk mendongkrak perekonomian mikro, kecil, dan menengah di masyarakat setempat.
Terkait keterbatasan infrastruktur jalan, Bupati mengimbau camat tidak hanya bertumpu pada APBD, melainkan aktif berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan di wilayah mereka melalui kontribusi nyata.
Baca Juga: Bupati Paser Lantik 293 Pejabat dan PNS, Terapkan Sistem Manajemen Talenta Kedua Kalinya
Selain masalah infrastruktur dan batas wilayah yang masih berproses di Kemendagri khusus untuk Long Kali, Bupati juga menyoroti ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026 yang sempat melanda Muara Adang (Long Ikis), Kelurahan Long Kali, dan Desa Petangis (Batu Engau).
"Fasilitas pemadam kebakaran di kecamatan harus memadai beserta SDM-nya. Para camat harus segera berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan untuk mengantisipasi hal ini," kata Fahmi, Minggu (28/6/2026).
Baca Juga: Bersihkan Lahan Mangrove Selama Sebulan, Gunung Elai Siapkan Destinasi Wisata Baru Ramah Lingkungan
Khusus Long Kali, masih ada masalah batas wilayah yang bertahun-tahun tak kunjung selesai karena ada tarik-menarik antara Paser dengan PPU meski sudah sampai ke Kementerian Dalam Negeri.
Ia meminta camat berkoordinasi dengan Bagian Tata Pemerintahan untuk menyelesaikan hal ini, bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Pusat.
Perhatikan pula desa-desa yang masa kepemimpinan kepala desanya berakhir dalam waktu dekat. Kerja sama dengan Dinas Pemerintahan Masyarakat dan Desa untuk laksanakan pemilihan Kepala Desa yang baru secara bermartabat.
"Kalau ada masalah yang muncul, selesaikan terlebih dahulu di tingkat kecamatan dengan melibatkan Forum Pimpinan Kecamatan," katanya.
Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, DPRD Balikpapan Dorong Inovasi Pertanian Modern dan Urban Farming
Begitu juga dengan konflik kepemilikan lahan baik antar masyarakat maupun antara masyarakat dengan perusahaan. Ini banyak terjadi di Batu Engau.
Tahun 2026, ketiga kecamatan dihadapkan pada musibah kebakaran. Terjadi kebakaran di Muara Adang Kecamatan Long Ikis, disusul Kelurahan Long Kali, dan terakhir di Desa Petangis Kecamatan Batu Engau.
Untuk perhatian bersama, bahwa fasilitas pemadam kebakaran di kecamatan harus memadai dengan SDM nya sehingga hal ini bisa memudahkan ketika terjadi kebakaran. (*)
Editor : Sukri Sikki