KALTIMPOST.ID, TANA PASER — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat lonjakan jumlah titik panas (hotspot) yang signifikan di wilayah Kabupaten Paser. Berdasarkan pemantauan satelit himgga Sabtu (29/8) (pukul 01.00–24.00 Wita), terdeteksi sebanyak 263 titik panas tersebar di Bumi Daya Taka (Paser).
Hal itu menempatkan Kabupaten Paser sebagai daerah dengan sebaran titik panas terbanyak kedua di Provinsi Kalimantan Timur, berada di bawah Kabupaten Berau yang mencatatkan 778 titik panas.
Baca Juga: Kodim Paser Ajak Forkopimda Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Segera Turun
Adanya 25 titik panas berstatus tingkat kepercayaan tinggi itu menjadi sinyal peringatan serius bagi aparat penanggulangan bencana daerah, instansi terkait, dan masyarakat setempat, karena mengindikasikan adanya indikasi kuat keberadaan titik api nyata di lapangan.
Secara keseluruhan, BMKG mendeteksi total 1.556 titik panas di seluruh wilayah Kalimantan Timur pada periode 29 Agustus 2026. Penumpukan titik panas terbanyak terkonsentrasi di wilayah utara (Berau) dan wilayah selatan (Paser).
Masyarakat Kabupaten Paser, khususnya para petani dan pemilik lahan, diimbau keras untuk tidak melakukan pembakaran lahan saat membuka atau membersihkan area perkebunan. Kondisi cuaca yang kering dan tiupan angin dapat mempercepat penyebaran api secara tak terkendali.
Baca Juga: LAPSUS: Polda Kaltim Tangani 25 Kasus Karhutla, Lima Orang Jadi Tersangka Pembakaran Lahan
Bagi pihak-pihak terkait atau warga yang ingin memantau detail lokasi dan koordinat presisi titik panas di wilayah Paser, informasi lengkap dapat diakses secara langsung melalui laman resmi BMKG Kaltim di kaltim.bmkg.go.id/koordinat-hotspot.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser Ruslan mengimbau, masyarakat cepat melapor jika ada titik panas ditemukan. "Segera lapor RT atau petugas penanggulangan bencana atau aparat," kata Ruslan, Minggu (30/8).
Baca Juga: 24 Aset PPU Dihapus karena Hibah, Lahan SNT Masih Berproses
Setiap harinya bunyi sirene terus terdengar di kota Tanah Grogot dan sekitarnya. Petugas dari berbagai institusi terus bergerak memadamkan titik panas dan api yang menyebar di kawasan hutan dan lahan. (*)
Editor : Dwi Restu A