KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT — Pembangunan jaringan listrik PLN di Kabupaten Paser untuk periode 2026 tertahan kendala perizinan. Dua wilayah yang menjadi fokus pengembangan tahun ini, yakni Desa Petiku dan Desa Sebakung, belum sepenuhnya rampung secara administratif.
Baca Juga: Usus Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak, Dokter Ungkap 5 Kebiasaan Sederhana yang Dilakukan Tiap Malam
Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari menjelaskan, proses di Desa Petiku masih menunggu penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pihak PLN dan BKSDA. Sementara itu, perluasan jaringan di Desa Sebakung masih membentur perizinan lahan perkebunan.
Meski begitu, Pemkab Paser mencatat progres elektrifikasi yang konsisten sejak 2021 hingga 2025. "Sejumlah desa terisolasi seperti Muara Lambakan, Swan Slutung, Muara Andeh, Luan, hingga Rantau Layung telah berhasil terhubung dengan jaringan listrik PLN," kata Ikhwan, Selasa (15/9/2026).
Baca Juga: IHSG Melesat Efek Suahasil Nazara Dilantik Jadi Menteri Keuangan
Untuk mempercepat proses distribusi di wilayah yang terkendala, Pemkab Paser menyatakan siap mendukung pembangunan infrastruktur jalan guna mempermudah mobilisasi logistik PLN di lapangan. (*)
Editor : Dwi Restu A