KALTIMPOST.ID, TANAH GROGOT – Bambang Marihot Panjaitan telah 102 kali mendonorkan darah selama lebih dari tiga dekade. Warga Kabupaten Paser itu pertama kali mendonorkan darah pada 1995 untuk membantu tetangganya yang membutuhkan darah setelah melahirkan.
Sejak saat itu, Bambang terus mendonorkan darah hingga menerima penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Paser dan Pemerintah Kabupaten Paser pada 2026.
Baca Juga: Kualitas Udara PPU Masuk Kategori Sedang, DLH Imbau Warga Tetap Waspada Partikel PM2,5
Bambang, yang bekerja di Kideco, mengaku donor darah pertamanya dilakukan karena ada tetangga yang membutuhkan darah setelah melahirkan.
“Waktu itu, saya pertama kali donor karena ada tetangga yang membutuhkan darah setelah melahirkan,” kata Bambang, Kamis (17/9/2026).
Sejak saat itu, Bambang terus mendonorkan darah secara rutin. Namun, perjalanannya sempat terhenti pada 2015 setelah dokter melarangnya mendonorkan darah karena kondisi kesehatan. Sekitar 2021, ia kembali diperbolehkan mendonorkan darah.
Baca Juga: Momen HUT ke-81 PMI, Wabup Paser Minta Donor Darah Jadi Gerakan Kemanusiaan, Turut Soroti Kabut Asap
Bambang pun kembali rutin mendonorkan darah hingga jumlahnya mencapai 102 kali pada 2026. Atas konsistensinya tersebut, dia menerima penghargaan dari PMI Kabupaten Paser dan Pemerintah Kabupaten Paser dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 PMI di halaman Kantor Bupati Paser, Kamis (17/9/2026).
Ketua PMI Kabupaten Paser Muhammad Yatiman mengatakan, pendonor rutin seperti Bambang berperan penting dalam menjaga ketersediaan darah bagi pasien. Ia mengapresiasi masyarakat yang bersedia mendonorkan darah secara berkala.
“Kita masih sering kekurangan stok darah. Semoga masyarakat Paser ke depannya bisa lebih rutin mendonorkan darah karena hal ini tentu untuk kebaikan,” kata Yatiman.
Baca Juga: Daftar 86 Wilayah Samarinda Kota Mati Lampu Kamis Ini dari Jam 1 Siang sampai 9 Malam
Menurut Yatiman, penghargaan bagi para pendonor diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus mendorong masyarakat menjadikan donor darah sebagai kegiatan kemanusiaan yang dilakukan secara rutin.
Selain memberikan penghargaan kepada pendonor individu, PMI Kabupaten Paser mengapresiasi perusahaan yang rutin menggelar kegiatan donor darah. PT Sims menggelar donor darah dua kali dengan hasil 122 kantong darah. PT Pamapersada Nusantara Site Kideco menggelar donor darah tiga kali dengan hasil 129 kantong, sedangkan Yayasan Dipasana menggelar donor darah empat kali dengan hasil 142 kantong darah.
PMI Kabupaten Paser juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina Palang Merah Remaja (PMR) se-Kabupaten Paser yang dinilai turut berperan dalam melahirkan kader-kader PMI.
Bagi Bambang, 102 kali donor bukan sekadar angka. Perjalanan yang dimulai dari membantu seorang tetangga pada 1995 itu terus berlanjut hingga lebih dari tiga dekade kemudian. (*)
Editor : Dwi Restu A