Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kebakaran di PPU: Polisi Usut Kebakaran, 75 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

Ari Arief • Kamis, 1 Agustus 2024 | 08:37 WIB

IDENTIFIKASI: Kemarin, Tim Inafis, Polres PPU melakukan identifikasi terhadap penyebab kebakaran ini. (FOTO: IST)
IDENTIFIKASI: Kemarin, Tim Inafis, Polres PPU melakukan identifikasi terhadap penyebab kebakaran ini. (FOTO: IST)
KALTIMPOST.ID, Tim Inafis Reskrim Polres Penajam Paser Utara (PPU) melakukan identifikasi tempat kejadian perkara (TKP) pada lokasi kebakaran di wilayah RT 09, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, PPU, Rabu (31/7). 

Kebakaran terjadi pada sekira pukul 22.30 Wita, Selasa (30/7), terletak tidak jauh dari Pasar Petung itu, menghanguskan 17 bangunan terdampak yang dihuni 19 kepala keluarga (KK) dan 75 jiwa. 

"Kami segera merespons laporan warga dan langsung menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan," ujar Kasatreskrim, Polres PPU, AKP Dian Kusnawan kepada wartawan, kemarin. 

"Tujuan kami adalah mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran dan mengumpulkan bukti-bukti yang kuat untuk mengungkap kasus ini,” tambahnya.

Tim ini kemarin terlihat bekerja keras di lokasi kejadian. Mereka melakukan pemeriksaan terhadap sisa-sisa kebakaran, mengumpulkan data, dan juga melakukan wawancara dengan para saksi mata. Berdasarkan informasi sementara, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. 

Namun sejumlah rumah warga mengalami kerusakan yang cukup parah. Jumlah kerugian dalam bentuk materi masih dihitung.

Kapolres PPU AKBP Supriyanto, melalui Dian Kusnawan menghimbau

kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di musim kemarau seperti saat ini. 

Kepolisian juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama masyarakat yang telah memberikan informasi terkait peristiwa kebakaran ini. "Informasi dari masyarakat sangat membantu kami dalam proses penyelidikan," ujar AKP Dian Kusnawan. 

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran tersebut. Hasil penyelidikan akan segera diumumkan kepada publik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU melaporkan ke-17 bangunan yang terbakar ludes adalah  Warung Nasi Umi,  Lapak Jus Rinda, Warung Ikan Bakar Farida, Warung Nasi Goreng Erni, Toko Helm Hariadi, Toko Pecah Belah Jafar, Lapak Sayur Salma, Lapak Kelapa Parut Karmawati, Toko Sembako Dedi Junaidi, Lapak Sayur Anik.

Kemudian Lapak Kelapa Parut dan Udang Hidup Alimuddin, Warung Sayur Nur Azizah, Lapak Ikan Bakar Bungawati, Toko Kosmetik Hernawati, Lapak Pakan Ayam Khasananti, Lapak Penjahit Apriadi, Pangkas Rambut Helmi. 

“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” kata Kepala BPBD PPU, Muhammad Sukadi Kuncoro, kemarin.

Hingga kemarin, lanjut dia, tim gabungan bersama BPBD PPU telah melakukan pembersihan puing-puing bangunan bekas kebakaran oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkim).

Yakni pendirian tenda posko penanganan kebakaran pemukiman RT 09 Kelurahan Petung; melakukan penggalangan dana bersama Kelurahan Petung dan mahasiswa/mahasiswi kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda untuk korban terdampak.

Kemudian, pembersihan area bekas kebakaran menggunakan excavator milik Desa Giripurwa dan Dinas PUPR; dan yang terbaru dilakukan Identifikasi lapangan lokasi kebakaran oleh tim  Inafis Polres PPU.

Editor : Uways Alqadrie
#ppu #kebakaran