KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Zaenal Arifin, kembali mendorong upaya pemenuhan irigasi pertanian melalui pembangunan infrastruktur Bendung Talake di Kecamatan Waru.
Ia mengatakan, sebelumnya sudah ada wacana lain yang bisa memberi harapan petani PPU untuk mendapat fasilitas pengairan sawah dari Bendung Lambakan.
"Tapi sampai hari ini (Bendung Lambakan) belum ada kejelasannya," ujar Zaenal Arifin.
Ia menjelaskan, usulan-usulan tersebut sudah lama disampaikan, bahkan lebih dari lima tahun yang lalu. Artinya, kata Zaenal Arifin, pemerintah perlu memastikan langkah-langkah strategis untuk menuntaskan rencana pembangunan yang terkait dengan irigasi persawahan.
Baca Juga: Anggota DPRD PPU Ini Sebut Santri Bukan Hanya Milik Pesantren
"Malah sekarang saya dengar tidak menjadi prioritas. Padahal sebelumnya itu masuk rencana prioritas 65 pembangunan bendung seluruh Indonesia," ulasnya.
Menurut Zaenal Arifin, sebenarnya yang punya kepentingan paling besar untuk pengadaan bendungan adalah Kabupaten PPU, sementara itu aliran sungai-sungai potensial yang dijadikan bendungan masuk dalam wilayah Kabupaten Paser.
"Itulah yang menjadi kendala kita. Sebenarnya kita mengharapkan dukungan Pemprov Kaltim," ungkapnya.
Baca Juga: Pelayanan Air Bersih Belum Maksimal, Ketua DPRD PPU Dorong Transparansi Anggaran Perumda Danum Taka
Lebih jauh, Zaenal Arifin mengulas kembali rencana pembangunan Bendung Lambakan, demi memenuhi kebutuhan air PPU, bahkan untuk dijual dan disalurkan ke Kota Balikpapan serta rencana hebat lainnya, seperti pemanfaatan pembangkit listrik tenaga air.
Namun sayangnya semua rencana tersebut belum terwujud dan masih di awang-awang.
"Kalau itu kan proyek besar dari pemerintah pusat, tapi sampai saat ini, kejelasannya belum ada," katanya.
Ia berharap pemerintah saling bersinergi agar rencana pembangunan bendungan di Kabupaten PPU dapat terealisasi dalam lima tahun ke depan. (ami/far)
Editor : Faroq Zamzami