KALTIMPOST.ID – Asisten II Sekkab Penajam Paser Utara (PPU) Sodikin berharap Perumda Benuo Taka memiliki rencana bisnis (renbis) yang komprehensif. Itu dilakukan agar bisa mendapat dukungan penyertaan modal yang memadai.
Persoalan itu dibahas bersama Panitia Khusus (Pansus) III DPRD PPU, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama manajemen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Benuo Taka, Jumat (12/1).
Turut hadir Dewan Pengawas (Dewas) Perumda, serta anggota DPRD PPU. Menurut Sodikin, tujuan utama dari RDP itu adalah untuk mengetahui kondisi terkini Perumda Benuo Taka dan memberikan dukungan dalam menyusun rencana bisnis yang matang.
“Pada prinsipnya, DPRD ingin mengetahui keberadaan Perumda Benuo Taka saat ini, termasuk rencana bisnis ke depan,” ujarnya ditemui setelah RDP, Senin (13/1).
Salah satu peluang bisnis yang menjadi sorotan dalam RDP adalah pengelolaan konsumsi beras lokal. Sodikin mengungkapkan bahwa ASN, aparatur desa, BUMD, dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) diharapkan bisa berperan aktif dalam menyerap produk beras lokal.
Selain itu, rencana bisnis lainnya mencakup pemanfaatan lahan di sekitar Bundaran Coastal Road untuk membuka kios-kios sewa serta pengembangan perumahan.
Namun, Sodikin juga menyoroti kendala yang dihadapi Perumda terkait modal. Saat ini, posisi modal Perumda dinilai belum memadai. “Ada dua opsi yang berkembang terkait penyertaan modal. Pertama, mencarikan solusi alternatif seperti penggantian tanah milik Perumda di coastal road seluas 6 hektare. Kedua, penyertaan modal bisa dilakukan jika Perumda memiliki rencana bisnis yang benar-benar meyakinkan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Perumda harus menyusun rencana bisnis secara detail dan transparan sejak awal agar permasalahan bisa diantisipasi bersama.
“Perumda perlu memberikan informasi rencana bisnis ke depan kepada DPRD PPU dan pemerintah. Jika meyakinkan, maka DPRD bisa mempertimbangkan penanaman modal,” katanya. (ami/rd)
Editor : Romdani.