KALTIMPOST.ID, PENAJAM- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Penajam Paser Utara (PPU) mengeluarkan seruan penting kepada seluruh umat Islam di wilayahnya dalam memasuki bulan suci Ramadan 1446 H.
Ketua Umum MUI PPU, KH Abu Hasan Mubarok, menyampaikan 9 poin tausiah yang diharapkan dapat menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Taushiyah Ramadhaniyah ini merupakan bagian dari pelayanan terhadap umat dalam rangka menjadikan dan mengingatkan bahwa ibadah di bulan suci Ramadan merupakan ibadah tahunan.
Momentum ini harus dimaksimalkan dan dijadikan sebagai bekal dalam menjalani dinamika kehidupan selama setahun ke depan,” kata Ketua Umum MUI PPU, KH Abu Hasan Mubarok, Kamis (6/3).
Ke-9 poin penting itu adalah, pertama, doa untuk pemimpin baru. MUI mengajak seluruh masyarakat PPU untuk mendoakan Bupati dan Wakil Bupati PPU terpilih periode 2025-2030, Mudyat Noor-Abdul Waris Muin, agar diberikan amanah, kekuatan lahir dan batin, serta rasa takut kepada Allah Taala.
“Mari kita doakan agar kepemimpinan keduanya diberikan amanah, kekuatan lahir dan batin serta rasa takut kepada Allah, cinta kepada Nabi Muhammad saw dan umatnya, membimbing kita semua kepada keridaan Allah,” kata KH Abu Hasan Mubarok.
Kedua, maksimalkan bulan Ramadan sebagai kesempatan emas untuk meraih ampunan Allah dan meningkatkan ketakwaan.
“Bulan Ramadan adalah bulan yang hanya datang setahun sekali. Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk mendapatkan ampunan Allah dan meraih derajat orang-orang yang bertakwa” katanya.
Ketiga, jadikan Ramadan sebagai momentum untuk mendidik diri, keluarga, dan lingkungan agar lebih religius. Keempat, perhatikan kehalalan makanan, minuman, dan produk lainnya selama Ramadan. Kelima, hindari perselisihan dan utamakan kebersamaan, kerukunan, dan persatuan umat Islam.
Keenam, salurkan zakat, infak, sedekah, fidyah, dan kafarat melalui lembaga yang terpercaya dan berizin. Ketujuh, jaga keamanan dan ketertiban di masjid, musala, dan lingkungan sekitar agar ibadah puasa berjalan khusyuk. Kedelapan, hindari gaya hidup boros dan gunakan harta untuk hal-hal yang bermanfaat.
Kesembilan, MUI mengajak aparat penegak hukum untuk menjaga keamanan selama Ramadan, dan masyarakat diminta untuk menghindari perbuatan melanggar hukum.
“Mengajak kepada aparat penegak hukum untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadan. Dan kepada masyarakat harus menghindari dari perbuatan yang berpotensi melanggar aturan dan hukum. Karena menjalankan ketaatan kepada negara, termasuk juga menjalankan ketaatan terhadap agama,” ujarnya.
Editor : Uways Alqadrie