Kegiatan ini juga meliputi pemberian imbauan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Kamis (1/5) malam.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara saat dihubungi melalui Kasat Samapta, AKP Maman, menjelaskan bahwa kegiatan sambang ini merupakan bagian dari strategi preventif untuk mengurangi tindak premanisme di wilayah hukum Polres PPU.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah ini. Salah satu langkah yang kami ambil adalah dengan rutin melakukan sambang dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” kata AKP Maman, Jumat (2/5).
Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Samapta tidak hanya melakukan patroli, tetapi juga berdialog dengan warga setempat.
Mereka memberikan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap tindakan premanisme dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“Kerja sama antara polisi dan masyarakat sangat penting. Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk melapor kepada polisi jika ada hal-hal yang mencurigakan,” tambah AKP Maman.
Warga menyambut baik kegiatan sambang ini. Menurut mereka, kehadiran polisi di tengah-tengah masyarakat memberikan rasa aman dan nyaman.
“Kami merasa lebih tenang dengan adanya polisi yang rutin berkunjung dan berpatroli. Imbauan yang diberikan juga sangat bermanfaat untuk kami agar lebih waspada,” kata Andi, seorang warga Penajam.
Samapta Polres PPU juga berencana untuk terus meningkatkan frekuensi sambang dan patroli, serta memperluas jangkauan ke daerah-daerah yang dianggap rawan.
Selain itu, sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kamtibmas akan terus digalakkan melalui berbagai media dan kegiatan masyarakat.
Dengan langkah proaktif ini, diharapkan tindak premanisme di wilayah hukum Polres PPU dapat diminimalisasi, dan masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman. (*)
Editor : Almasrifah