Langkah konkretnya adalah dengan menargetkan pendirian satu Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri di setiap kecamatan. Saat ini, pembangunan fisik TK Negeri difokuskan di Kecamatan Waru dan Sepaku.
Namun, implementasi pembangunan tersebut akan dimulai setelah semua prosedur administratif terkait pengadaan tanah rampung.
Kepala Disdikpora, Andi Singkerru, baru-baru ini menjelaskan bahwa proses pengadaan tanah untuk pembangunan sekolah harus mematuhi regulasi yang berlaku.
Tahapan-tahapan yang dilalui meliputi penyusunan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT), Pencantuman dalam Peta Indikatif Lokasi Prioritas (Pilpres/Pinluk), penunjukan lokasi, penetapan lokasi, penilaian anggaran kebutuhan per meter tanah.
“Setelah nilai (tanah) diketahui, barulah bisa dianggarkan dan dilakukan pembebasan lahan,” kata Andi Singkerru.
Lebih lanjut, Andi Singkerru menambahkan bahwa pengadaan tanah akan diserahkan dan dianggarkan kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD).
Oleh karena itu, dibutuhkan tim pengadaan yang mumpuni dan memahami regulasi aset daerah agar seluruh proses berjalan sesuai aturan.
Melalui upaya ini, ia menyatakan optimistis bahwa setiap kecamatan akan segera memiliki TK Negeri. Hal ini diharapkan dapat mendukung pemerataan pendidikan dan mempersiapkan sumber daya manusia sejak usia dini untuk masa depan PPU yang lebih cerah.
Rencana pembangunan TK Negeri pada tiap kecamatan di PPU ini mendapatkan sambutan hangat dari warga, termasuk Erna, warga Kecamatan Penajam, Kamis (24/7).
“Alhamdulillah, kabar baik ini benar-benar bikin hati para emak-emak lega. Rencana pembangunan TK Negeri di setiap kecamatan ini persis seperti yang kami harapkan selama ini. Jujur saja, selama ini kami berharap biaya pada TK Negeri tidak terlalu mahal,” katanya.
“Dengan adanya TK Negeri, kami jadi punya pilihan sekolah yang berkualitas tapi biayanya lebih terjangkau, bahkan mungkin gratis. Ini sangat membantu sekali perekonomian keluarga kami. Selain itu, kami juga yakin kualitas pendidikan di TK Negeri pasti bagus, karena dikelola langsung oleh pemerintah,” ujarnya lagi.
“Kami berharap rencana ini bisa segera terealisasi. Tidak hanya di Waru dan Sepaku saja, tapi di semua kecamatan. Anak-anak kami jadi punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan usia dini yang layak, tanpa perlu jauh-jauh atau khawatir soal biaya. Terima kasih banyak untuk Disdikpora PPU atas perhatiannya terhadap masa depan anak-anak kami,” tambahnya. (*)
Editor : Almasrifah