KALTIMPOST.ID, PENAJAM-Polres Penajam Paser Utara (PPU) menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program swasembada pangan pemerintah.
Komitmen itu diwujudkan melalui kehadiran Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres PPU dalam rapat evaluasi dan koordinasi pengolahan gabah kering panen (GKP) menjadi beras hasil giling (BHG) pada Senin, 11 Agustus 2025.
Rapat tersebut diselenggarakan di Ruang Pertemuan Balai Penyuluh Pertanian Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, PPU.
Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara melalui jajarannya, secara aktif mengawal penyerapan gabah oleh Badan Usaha Logistik (Bulog) Kaltim.
Kasat Reskrim Polres PPU AKP Dian Kusnawan, dan Kasat Intel Polres PPU, AKP Juwadi, menegaskan, proses itu harus berjalan transparan, tepat sasaran, dan menguntungkan petani.
“Kami, melalui Satgas Pangan siap memastikan distribusi dan pembelian gabah tidak merugikan petani, demi menjaga ketahanan pangan daerah,” tegas mereka.
Rapat yang dihadiri berbagai instansi terkait itu berfokus pada strategi optimalisasi penyerapan gabah, mulai dari pengawasan harga hingga pemerataan distribusi. Kehadiran langsung kasat reskrim dan kasat intel Polres PPU menunjukkan keseriusan mereka dalam mendengarkan aspirasi petani dan memastikan tindak lanjut yang efektif di lapangan.
Ketua Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) Kabupaten PPU Totok Suprapto menyampaikan, mengapresiasi atas peran aktif Polres PPU.
“Dukungan Polres PPU sangat vital, terutama dalam menjembatani komunikasi antara kami para petani dengan Bulog,” kata Totok Suprapto.
Kegiatan itu berjalan dengan aman dan tertib, menegaskan adanya sinergi yang solid antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, dan pelaku usaha tani dalam memperkuat ketahanan pangan di PPU. (*)
Editor : Dwi Restu A