KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mematangkan rencana pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk membangun infrastruktur tersebut.
“Rencana pembangunan BLK itu masih kita persiapkan. Kita juga sudah bertemu dengan kawan-kawan di Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia,” ujarnya, ditemui usai meresmikan Job Fair PPU 2025, di Graha Pemuda, Rabu (13/8/2025).
Mudyat menambahkan, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo direncanakan berkunjung ke Kalimantan Timur (Kaltim) dalam waktu dekat. Kunjungan ini akan dimanfaatkan untuk menindaklanjuti rencana pembangunan BLK tersebut.
Pembangunan BLK ini diharapkan menjadi wadah pelatihan bagi calon tenaga kerja lokal, sehingga mampu bersaing di dunia kerja, baik di tingkat regional maupun nasional.
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU, Tur Wahyu, mengungkapkan bahwa pemkab telah menyiapkan lahan seluas lima hektare yang berlokasi tidak jauh dari Rumah Adat Kuta Rekan Tatau Penajam, Kelurahan Nipah-nipah, Kecamatan Penajam.
“Tentu saja, seperti biasa, kami perlu melakukan sertifikasi lahan,” kata Mudyat.
Menurutnya rencana pembangunan BLK juga mencakup pengadaan lahan yang strategis. Menurutnya, Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) telah memberikan dukungan terhadap rencana tersebut.
“Lokasi ini akan memanfaatkan lahan di Kecamatan Penajam, dekat pusat perkantoran Kabupaten PPU. Kami akan melakukan pengecekan kembali penetapan lokasi pembangunan (penlok) BLK,” jelas Tur Wahyu.
Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemkab PPU optimistis pembangunan BLK dapat segera terealisasi dan menjadi pusat peningkatan kualitas sumber daya manusia di Benuo Taka. (*)
Editor : Duito Susanto