PENAJAM - Di tengah gempuran permainan dalam jaringan (daring) dan hiburan digital, sekelompok anak-anak di Penajam Paser Utara (PPU) masih asyik dengan permainan tradisional warisan leluhur.
Suku Paser, salah satu suku asli Kalimantan Timur, memiliki kekayaan budaya yang tak ternilai, termasuk permainan-permainan yang bukan sekadar hiburan, melainkan juga sarana edukasi dan pelestarian identitas lokal.
Permainan-permainan seperti Belogo, Pindah Bintang, Lompat Tali, dan Engklek tak hanya menawarkan keseruan, tetapi juga menyimpan nilai-nilai luhur. Mereka mengajarkan sportivitas, kekompakan, dan ketangkasan fisik yang jarang ditemukan pada permainan modern.
Hubungan Masyarakat (Humas) Lembaga Adat Paser (LAP) PPU, Eko Supriyadi, Jumat (15/8) membeberkan, permainan anak Belogo, misalnya, adalah permainan strategis yang menggunakan "logo" dari tempurung kelapa dan "campak" dari bambu.
Permainan ini memiliki akar sejarah yang kuat, konon dibawa dari Sulawesi pada masa Kesultanan Paser, menjadikannya bukan sekadar permainan, melainkan juga bagian dari sejarah lisan yang terus diwariskan.
Sementara itu, untuk jenis permainan yang diberi nama Pindah Bintang adalah mengajak anak-anak untuk bergerak lincah dan cepat. “Permainan ini meniru gerakan bintang yang berkelap-kelip di langit malam, di mana setiap pemain harus sigap mencari tempat pijakan,” kata Eko Supriyadi.
Ada pula permainan lain yang dia sebut sebagai pernaminan bernama Lompat Tali yang melatih kelincahan dan koordinasi, serta Engklek yang menguji keseimbangan dengan melompat di atas bidang gambar yang digambar di tanah.
Selain permainan tersebut, urai Eko Supriyadi, ada juga Sumpit dan Batu Lele yang juga populer di kalangan anak-anak Suku Paser. Permainan-permainan ini membuktikan bahwa budaya lokal memiliki daya tarik yang tak lekang oleh waktu.
Menyadari pentingnya pelestarian, dia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU aktif mendukung upaya ini. Berbagai kegiatan seperti festival budaya, lomba, dan sosialisasi sepatutnya terus digalakkan untuk memperkenalkan dan menghidupkan kembali permainan-permainan ini kepada generasi muda.
“Tujuannya jelas agar permainan tradisional ini tidak hanya menjadi kenangan, tetapi terus hidup dan menjadi bagian dari identitas bangsa,” tegasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki