Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Menguak Jejak Sejarah dan Adat Suku Paser, Kisah Leluhur hingga Ilmu Gaib

Ari Arief • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 11:26 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Suku Paser, atau yang juga dikenal sebagai Pasir, merupakan salah satu suku asli Kalimantan yang memiliki hubungan kekerabatan dengan suku-suku besar lainnya seperti Dayak, Kutai, Tidung, Banjar, dan Melayu.

Berdasarkan data yang diunggah oleh Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), suku ini memiliki kemiripan signifikan dalam bahasa dan adat istiadat dengan rumpun Dayak.

Suku Paser tersebar luas di wilayah Kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan terdiri dari berbagai sub-suku dengan identitas unik, antara lain Paser Pematang, Paser Telake, Paser Hadang, Paser Modang, Paser Migi, Paser Mayang, serta Paser Balik yang dikenal sebagai penduduk asli Balikpapan.

Sejarah Suku Paser sangat dipengaruhi oleh keberadaan Kesultanan Paser yang berpusat di Sadurangas/Benuo. Menurut cerita rakyat Paser yang dikenal sebagai Sempuri, Islam masuk ke wilayah ini sekitar tahun 100 Hijriah melalui seorang ulama dari Yaman.

Sempuri juga menceritakan bahwa leluhur Suku Paser, Kutai, dan Dayak berasal dari tokoh-tokoh purba seperti Datu', Nalau, dan Ayus yang tinggal di sekitar Sungai Telake. Kerajaan Paser tertua, yang dipimpin oleh Raja Tuo Ono', juga berlokasi di wilayah ini sebelum berdirinya Kesultanan Paser yang dipimpin oleh Putri Botung sebagai raja pertama.

Suku Paser memiliki warisan budaya yang kaya, beberapa di antaranya memiliki kemiripan dengan tradisi Dayak. AMAN mencatat beberapa ritual penting, seperti Belian, yaitu ritual penyembuhan massal yang dipimpin oleh tokoh spiritual yang disebut Mulung.

Ada pula Besipung, sebuah pertunjukan sandiwara gaib yang dilakukan di rumah adat, di mana tetua memanggil arwah leluhur untuk mementaskan kembali sejarah.

Selain itu, suku ini juga dikenal dengan berbagai ilmu gaib yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun pertahanan. Beberapa di antaranya diungkap dalam laporan AMAN.

Parang Maya yaitu ilmu yang mengubah tangan menjadi senjata tajam. Pedang Pekir yaitu menggunakan jari telunjuk sebagai pedang.

Pedang Kendali yaitu kemampuan untuk melempar senjata yang akan kembali ke pemiliknya, seperti yang pernah digunakan oleh Panglima Sentik.

Cuca Peruntus dan Cuca Mayat yaitu sebuah ilmu untuk menghancurkan organ dalam atau membuat seseorang tampak seperti mayat. (*)

Editor : Duito Susanto
#Kabupaten Paser #Suku Paser #warisan budaya #Penajam Paser Utara (PPU)