KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Jalan sepanjang sekira 800 meter dengan lebar tiga meter di lingkungan RT 07, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU) segera ditindaklanjuti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR PPU, Muhajir, saat dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan, harapan masyarakat untuk memperbaiki jalan tersebut telah masuk ke kantornya. “Kami koordinasikan untuk tindak lanjutnya,” kata Muhajir, Rabu (20/8).
Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR PPU Ali Musthofa menambahkan, untuk identifikasi akan sesegera mungkin PUPR PPU cek ke lokasi. Dikatakannya, untuk tindak lanjut penanganan bisa dilakukan Unit Pelaksana Teknis PUPR Kecamatan Penajam, agar masyarakat bisa menggunakan akses jalan dimaksud.
“Akan tetapi kami, PUPR, ingin memastikan jalan yang akan ditangani itu, lahan yang ada adalah aset pemerintah. Jika belum masuk pemerintah, lahan jalan yang akan dikerjakan peningkatan dimohon bisa hibah ke pemerintah daerah lewat penelusuran aset oleh kelurahan. Sehingga ke depannya jalan yang akan ditingkatkan lebih mudah dari segi pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” kata Ali Musthofa.
Diberitakan sebelumnya, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, PPU terletak tidak jauh dari pusat pemerintahan daerah. Namun, sejauh ini, hingga PPU berusia 23 tahun sejak menjadi daerah otonomi baru (DOB) pada 2002 lalu, ternyata ada satu kawasan di lingkungan RT 07, Kelurahan Nenang, yang terkesan tidak tersentuh pembangunan.
Utamanya, jalan penghubung sepanjang sekira 800 meter, dihitung dari jembatan tempat perahu nelayan kelurahan setempat berkumpul, menuju jalan raya trans Kaltim-Kalsel Km 6.
Asbat, salah seorang warga di RT 07, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, PPU, Selasa (19/8), mengungkapkan bahwa jalan itu pernah disentuh pembangunan dengan semenisasi semasa Bupati PPU H Yusran Aspar.
“Namun, hanya bertahan beberapa tahun, semenisasi rusak dan jalanan kembali hancur,” kata Asbat. “Saya tidak mengeluhkan, namun hanya menceritakan saja,” tambahnya.
Kaltim Post, Selasa (19/8), sempat melewati jalan tanah yang tampak rusak itu untuk mencapai jalan raya. Namun, setibanya di depan rumah Asbat, media ini bertemu dengan seorang warga yang meminta agar putar balik saja.
“Benar jalan ini menghubungkan jalan raya, tetapi kembali saja karena jalanannya rusak, sulit untuk dilewati,” kata seorang wanita menyarankan. (*)
Editor : Duito Susanto