Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pelayanan RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Jadi Sorotan, Ada Pasien yang Mengaku Dimarahi Petugas Apotek

Ari Arief • Senin, 25 Agustus 2025 | 16:07 WIB
Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara.
Rumah Sakit Umum Daerah Ratu Aji Putri Botung Penajam Paser Utara.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Seorang warga Penajam Paser Utara (PPU) mengaku mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat berurusan dengan salah satu petugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) PPU, Senin (25/8).

Warga yang enggan disebutkan namanya ini mengeluhkan pelayanan yang diterimanya itu dari seorang petugas apotek. Kejadian bermula saat ia hendak membayar biaya administrasi setelah selesai kontrol gigi.

Ia diminta oleh petugas kasir untuk menyerahkan blangko ke bagian apotek terlebih dahulu. Namun, setelah menunggu lama dan merasa dilewati beberapa antrean, ia memutuskan untuk bertanya kepada petugas apotek.

“Saya cuma mau bayar, bukan ambil obat. Tapi saya sudah dilewati beberapa antrean,” ujar warga tersebut kepada petugas apotek, seperti pengalamannya ini dia unggah pada media sosial Facebook.

Alih-alih mendapatkan penjelasan yang baik, kata dia, ia justru disambut dengan nada bicara yang tinggi dari petugas tersebut. “Ini dari dokter gak ada diresepin obat,” kata sang petugas dengan nada yang menurutnya sinis.

Meskipun sudah menjelaskan bahwa ia hanya ingin membayar dan tidak mengambil obat karena obatnya sudah dimasukkan ke dalam tambalan gigi, sang petugas tetap tidak mengerti dan terus melontarkan jawaban yang disebutnya bernada tinggi.

“Iya, tapi ini tidak ada obat dikasih sama perawat di sana,” kata petugas itu. Merasa bingung dan kesal, warga tersebut kembali menegaskan tujuannya. “Iya, memang mau bayar saja, tidak mau ambil obat,” ucapnya.

Puncaknya, petugas tersebut menyuruhnya pulang tanpa perlu membayar. “Tidak usah bayar, pulang saja,” katanya, yang menurut warga tersebut dengan nada ketus.

Tepat saat ia hendak meninggalkan rumah sakit, namanya dipanggil melalui pengeras suara untuk mengambil blangko yang dari tadi ia tunggu. Petugas apotek yang sebelumnya melayaninya tidak berani menatapnya dan memilih membelakangi.

Warga tersebut menduga petugas yang melayaninya masih baru bekerja di rumah sakit ini dan tidak memahami prosedur. “Udah salah, nyolot pula. Padahal kerja di bagian jasa tapi sama sekali tidak punya attitude,” keluhnya.

Menanggapi keluhan ini, Kepala Hubungan Masyarakat dan Promosi Kesehatan RSUD RAPB PPU, Nurdin, menyatakan bahwa pihak rumah sakit akan menindaklanjuti laporan tersebut. “Tugas kami adalah memotret kembali hasil dari potret yang dikeluhkan masyarakat,” ujar Nurdin saat diberitahu mengenai keluhan tersebut, Senin (25/8).

Ia menambahkan bahwa jika hasil penelusuran menemukan adanya kesalahan, pihak manajemen wajib meneruskannya kepada bagian yang membidangi untuk diambil tindakan.

Nurdin juga menegaskan komitmen RSUD RAPB PPU untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Kami tetap fokus dengan layanan kami, layanan terbaik,” kata Nurdin, menegaskan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#petugas #administrasi #ratu aji putri botung #pelayanan #penajam #rsud #pasien #dimarahi #apotek