Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pemkab PPU Dukung Penuh NICFF 2025, Festival Dinilai Bisa Mengangkat Nama IKN Sebagai Pusat Kebudayaan Dunia

Ahmad Maki • Kamis, 4 September 2025 | 19:58 WIB
Alimuddin (tiga kanan) dan Dewi Yuliana (empat kanan) menghadiri NICFF 2025 di IKN.
Alimuddin (tiga kanan) dan Dewi Yuliana (empat kanan) menghadiri NICFF 2025 di IKN.

KALTIMPOST.ID-Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Penajam Paser Utara (PPU) Dewi Yuliana menegaskan dukungan penuh Pemkab PPU terhadap pengembangan seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Itu dia tegaskan saat menghadiri pembukaan Nusantara International Choir Folk Festival (NICFF) 2025 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kamis (4/9/2025).

“Festival ini menjadi ruang bersama untuk menguatkan persatuan, memperluas jejaring, dan mengangkat nama Nusantara sebagai pusat kebudayaan dunia. Kita patut bangga, karena PPU ikut ambil bagian dalam perhelatan bersejarah ini,” ujar Dewi setelah pembukaan acara di Auditorium Gedung Komenko 3, IKN.

NICFF 2025 dibuka oleh Deputi Bidang Sosial Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN Alimuddin.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa festival itu bukan sekadar ajang seni, melainkan momentum memperkuat identitas IKN sebagai kota dunia.

“Festival ini adalah bukti nyata bahwa IKN hadir sebagai kota inklusif, terbuka bagi siapa saja, dan menjadi pusat kebudayaan yang dapat membanggakan Indonesia di mata dunia,” ungkap Alimuddin.

Acara itu turut dihadiri Wakil Ketua DPRD PPU Andi Yusuf, Wakil Ketua I DPRD PPU Syahruddin M Noor, serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Festival internasional tersebut berlangsung 4-7 September 2025 dengan melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta komunitas internasional.

Rangkaian kegiatan NICFF 2025 tidak hanya menampilkan kompetisi paduan suara, tetapi juga Parade Budaya Nusantara yang menghadirkan beragam busana, tarian, dan musik tradisional.

Selain itu, tersedia pameran seni dan budaya yang menampilkan kerajinan tangan, kuliner khas, hingga seni visual masyarakat.

“Itu peluang besar untuk memperkenalkan potensi daerah dan mendorong partisipasi masyarakat dalam memperkuat identitas Nusantara di kancah global,” tambah Dewi.

Festival itu digelar atas kerja sama Dewan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Deparekraf), Otorita IKN, Pemkab PPU, dan Pemprov Kaltim. (rd)

 

AHMAD MAKI

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #pemkab ppu #ibu kota nusantara #Otorita IKN #Bupati PPU Mudyat Noor