Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

125 Kepala Sekolah di PPU Rekam TTE, Langkah Nyata Menuju Sekolah Digital

Ahmad Maki • Minggu, 5 Oktober 2025 | 09:14 WIB

Syafruddin Lamato (depan, batik biru) memberikan bimbingan teknis kepada para kepala sekolah. Ia menekankan pentingnya menjaga data berupa TTE.
Syafruddin Lamato (depan, batik biru) memberikan bimbingan teknis kepada para kepala sekolah. Ia menekankan pentingnya menjaga data berupa TTE.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM –
Dunia pendidikan di Penajam Paser Utara (PPU) mulai bertransformasi ke arah digital.

Pemerintah daerah menyiapkan langkah konkret untuk mempercepat sistem administrasi berbasis elektronik agar pelayanan pendidikan lebih cepat, efisien, dan transparan.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di PPU Belum Jalan, Pemkab Akui Terkendala Lahan

Langkah ini ditandai dengan kegiatan perekaman Tanda Tangan Elektronik (TTE) bagi 125 kepala sekolah negeri yang digelar di Aula Lantai I Kantor Bupati PPU, Jumat (3/10/2025).

Peserta terdiri atas dua kepala TK, 97 kepala SD, dan 26 kepala SMP.

Sekretaris Disdikpora PPU Indah Rumainiyah, menegaskan bahwa percepatan digitalisasi di sektor pendidikan adalah keharusan.

"Kami ingin semua administrasi sekolah dilakukan lebih cepat, efisien, dan bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu, semua kepala sekolah wajib memiliki TTE,” ujarnya.

Menurut Indah, tahap awal difokuskan pada sekolah negeri. Ia berharap penerapan TTE menjadi tonggak perubahan dalam sistem administrasi pendidikan daerah.

“TTE ini bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang bagaimana membangun sistem yang aman, transparan, dan adaptif terhadap tantangan zaman,” jelasnya.

Disdikpora optimistis penerapan TTE akan memangkas waktu pengurusan dokumen dan meningkatkan keamanan data.

“Kami ingin sektor pendidikan menjadi pelopor pelayanan publik berbasis digital,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Persandian Diskominfo PPU, Syafruddin Lamato, yang turut memberikan bimbingan teknis, mengingatkan pentingnya menjaga keamanan data.

“Password TTE harus kuat dan bersifat pribadi. Kami tidak bisa mereset password karena hanya penerbit sertifikat, bukan penyimpan data,” tegasnya.

Baca Juga: DLH PPU Siapkan Rp3 Juta Insentif Petugas Kebersihan, Tunggu Hasil Adipura 2024

Syafruddin juga menyebutkan bahwa penerapan TTE telah dilakukan di berbagai instansi pemerintah, mulai dari RSUD Ratu Aji Putri Botung hingga perangkat daerah di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab PPU untuk memperluas layanan digital yang efisien dan terintegrasi.

Editor : Ery Supriyadi
#Digitalisasi Pendidikan #tanda tangan elektronik #DISDIKPORA PPU