PENAJAM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berinovasi dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan. Kepala Disdukcapil PPU, Waluyo menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan berbagai instansi.
“Seperti dinas kesehatan dan rumah sakit, untuk mempermudah pengurusan dokumen bayi yang baru lahir,” kata Waluyo baru-baru ini.
Kini, bayi baru lahir bisa langsung mendapatkan tiga dokumen sekaligus hanya dalam satu kali pengurusan, yaitu Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, dan Kartu Identitas Anak (KIA).
Ia menjelaskan, khusus untuk KIA, anak yang berusia di bawah lima tahun tidak diwajibkan mencantumkan foto. Hal ini membuat proses penerbitan KIA menjadi lebih mudah dan cepat sejak bayi dilahirkan. Namun, ketika anak menginjak usia lima tahun, KIA akan diperbarui dengan menambahkan foto dan salinan akta kelahiran.
“Umur lima tahun kita minta foto dan fotokopi akta kelahirannya, nanti kita ganti kartunya yang ada fotonya. Kemudian menjelang usia 17 tahun, KIA akan diganti menjadi KTP,” jelas Waluyo.
Ia juga menambahkan bahwa KIA kini mulai digunakan sebagai syarat pendaftaran anak sekolah, serta memiliki banyak manfaat lainnya, seperti untuk keperluan BPJS.
Lebih lanjut, Waluyo mengungkapkan bahwa selama libur sebelumnya, antusiasme masyarakat yang tinggi sempat membuat stok blangko KIA di Disdukcapil habis. “Sampai kami kehabisan blangko, akhirnya kami lakukan pengadaan ulang,” katanya.
Terkait capaian, hingga Juni lalu, penerbitan KIA di Kabupaten PPU telah mencapai kurang lebih 80 persen, melebihi target awal sebesar 60 persen. “Artinya sudah melampaui target, tapi kami belum puas karena belum semua warga memiliki KIA,” kata Waluyo.
Ia juga menyebut bahwa sebagian masyarakat masih belum memahami pentingnya dokumen seperti KIA maupun Identitas Kependudukan Digital (IKD), yang saat ini juga mulai diperkenalkan.
“Kalau KIA kan manfaatnya sudah mulai terasa, banyak digunakan. Tapi untuk IKD ini masih baru, belum semua tahu fungsinya. Ke depan, mungkin akan banyak yang berlomba-lomba untuk mengurusnya,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki