PENAJAM — Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PT Benuo Taka Wailawi (BTW) resmi membuka kantor barunya yang berlokasi di Perumahan Benuo Mekar Regency, Jalan Proklamasi, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, pada Sabtu (2/11/2025).
Peresmian kantor ini diharapkan menjadi langkah awal bagi PT BTW untuk meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan masyarakat setempat.
Direktur PT Benuo Taka Wailawi, Zaenul Arifin, menyampaikan bahwa kehadiran kantor baru ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk berbenah dan memperkuat peran dalam pengelolaan minyak dan gas bumi di wilayah tersebut.
“Kami berharap dengan adanya kantor ini, PT Benuo Taka Wailawi bisa memberikan kontribusi nyata bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, serta membawa kemaslahatan bagi masyarakat. Kami mohon doa dan dukungan agar ke depan perusahaan ini bisa semakin baik dan memberikan hasil yang lebih signifikan,” ujar Zaenul Arifin.
Zaenul menjelaskan, target utama perusahaan pada tahun 2026 adalah melakukan perbaikan manajemen internal dan keuangan. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi operasional.
“Selama ini publik mungkin belum banyak mengenal Benuo Taka Wailawi (BTW). Karena itu, kami mulai dengan memperbaiki manajemen dan sistem keuangan. Setelah itu, kami fokus pada peningkatan produksi minyak dan gas bumi,” jelasnya.
Ia menjelaskan, saat ini produksi minyak PT BTW mencapai sekitar 40 barel per hari, sementara produksi gas sebesar 0,3 MMSCFD. Ke depan, perusahaan menargetkan peningkatan produksi dengan pemasangan gas booster dan pumping system untuk mendorong produksi hingga 1 MMSCFD gas dan lebih dari 200 barel minyak per hari.
Zaenul juga menyebutkan, peningkatan produksi ini diharapkan dapat berdampak langsung pada pendapatan asli daerah (PAD) melalui pembagian dividen ke pemerintah daerah.
“Mulai tahun depan, kami menargetkan PT Benuo Taka Wailawi bisa untuk pertama kalinya memberikan dividen kepada daerah. Sejak berdiri tahun 2012, BTW belum pernah memberikan kontribusi langsung untuk PAD. Karena itu, ini menjadi tekad kami untuk benar-benar membawa perubahan,” tegasnya.
Meski diakui masih terdapat sejumlah tantangan, terutama dalam hal regulasi dan proses perizinan di bawah pengawasan SKK Migas, Zaenul optimistis bahwa sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat akan mampu membawa PT BTW menuju kinerja yang lebih baik.
“Tantangan pasti ada, namun kami melihatnya sebagai jalan yang harus dilalui. Kami tetap berkomitmen mematuhi seluruh regulasi dan berupaya mencapai target produksi yang sudah ditetapkan,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan