PENAJAM - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah menyusun road map atau peta jalan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk memastikan pemerataan bantuan serta efektivitas penggunaannya di lapangan.
Kepala Distan PPU, Andi Trasodiharto mengungkapkan bahwa penyusunan road map ini bertujuan agar pendataan dan pemetaan kebutuhan alsintan di setiap desa lebih terukur dan efisien. Dengan adanya peta sebaran tersebut, pemerintah daerah dapat mengetahui kecukupan alat di tiap wilayah.
“Kami sedang melakukan road map terkait jumlah sebaran alat mesin pertanian. Sehingga nantinya tidak susah-susah kita ngecek di satu desa ini luasnya berapa, cukup enggak alat itu. Kalau sudah cukup, mungkin bantuan lainnya bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain. Jadi tidak setiap tahun harus ada bantuan alat di sana. Kita akan evaluasi,” jelas Andi, Sabtu (8/11/2025).
Ia menambahkan, proses penyusunan road map ini didukung oleh data hasil pendataan lapangan terhadap penerima bantuan alsintan selama lima tahun terakhir. Pendataan tersebut meliputi kondisi alat, tahun bantuan, peruntukan, hingga fungsinya di lapangan.
“Kami sudah punya datanya. Mulai bulan lalu kami melakukan studi lapangan, mendata petani penerima selama lima tahun ke belakang. Kami catat kondisi alat, kapan dibantu, untuk apa, dan apakah masih berfungsi atau sudah rusak,” ujarnya.
Menurut Andi, apabila banyak alsintan yang rusak namun masih dapat diperbaiki, hal tersebut akan menjadi dasar bagi Distan PPU untuk mengembangkan program perbengkelan alsintan di daerah.
Melalui penyusunan road map pemanfaatan alsintan dan program pendukung lainnya, Distan PPU berharap penggunaan bantuan pertanian menjadi lebih tepat sasaran, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU mendapat bantuan 43 unit alat mesin pertanian jenis rotavator dari Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun anggaran 2025. Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap kepada 29 Brigade Pangan di wilayah Benuo Taka.
“Tahap pertama, Kementan telah menyalurkan 10 unit rotavator. Pemkab PPU pun sudah membagikannya kepada petani yang tergabung dalam Brigade Pangan,” terang Andi.
Program bantuan alsintan modern ini merupakan bagian dari upaya percepatan swasembada pangan nasional yang dicanangkan Kementan. Kehadiran rotavator diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian.
“Kalau 43 unit rotavator sudah disalurkan semua ke Brigade Pangan, maka tidak ada lagi alasan petani mengalami kendala dalam penggarapan lahan. Mesin rotavator ini bisa menyelesaikan penggarapan lahan hanya dalam tiga sampai empat jam per hektare,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki