Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bupati Mudyat Noor Dorong KAHMI Jadi Kekuatan Moral dan Intelektual Bangsa  

Ahmad Maki • Minggu, 9 November 2025 | 12:13 WIB

Mudyat Noor menghadiri silaturahmi Regional Majelis Nasional KAHMI se-Kalimantan, NTT, NTB, dan Bali yang dipusatkan di Ibu Kota Nusantara.
Mudyat Noor menghadiri silaturahmi Regional Majelis Nasional KAHMI se-Kalimantan, NTT, NTB, dan Bali yang dipusatkan di Ibu Kota Nusantara.
 

 

PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menghadiri Silaturahmi Regional Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) se-Kalimantan, NTT, NTB, dan Bali yang dipusatkan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Sabtu (8/11/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 KAHMI yang mengusung tema Konsolidasi KAHMI untuk Indonesia Maju.

Dalam sambutannya, Bupati Mudyat Noor menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta dan keluarga besar KAHMI yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia.

“Selamat datang kepada seluruh peserta dan keluarga besar KAHMI. Kehadiran bapak dan ibu sekalian merupakan kehormatan besar bagi kami, terlebih kegiatan ini dilaksanakan di wilayah kami yang menjadi bagian dari masa depan Indonesia, yaitu Ibu Kota Nusantara,” ujar Mudyat Noor yang juga menjabat sebagai Ketua KAHMI Kota Samarinda.

Ia menegaskan, kegiatan silaturahmi ini memiliki makna mendalam, bukan hanya sebagai ajang temu kangen antaralumni HMI lintas generasi, tetapi juga menjadi wadah strategis untuk memperkuat solidaritas, konsolidasi pemikiran, serta memperkokoh peran KAHMI sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa.

“Sebagai organisasi yang telah banyak melahirkan pemimpin bangsa, KAHMI memiliki tanggung jawab besar untuk terus memberikan sumbangsih nyata dalam pembangunan nasional, baik melalui gagasan, tindakan, maupun keteladanan,” tegasnya.

Bupati Mudyat juga menyoroti makna simbolis pelaksanaan kegiatan di wilayah IKN. Menurutnya, kehadiran KAHMI di IKN menunjukkan bahwa organisasi ini turut menjadi bagian dari sejarah baru Indonesia.

“IKN bukan hanya proyek fisik, tetapi simbol peradaban baru — kota yang mengedepankan keberlanjutan, inklusivitas, serta keseimbangan antara kemajuan dan kelestarian alam,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Mudyat turut menyinggung soal kewenangan antara Pemerintah Kabupaten PPU dengan Otorita IKN. Ia menyebut, meski sebagian besar Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) berada di wilayah PPU, sejumlah kewenangan kini telah beralih ke Otorita IKN sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Kami berharap dalam pembahasan anggaran mendatang, ada porsi yang memperhatikan daerah mitra seperti PPU yang terdampak langsung pembangunan IKN. Selama ini pembangunan masih terfokus di wilayah KIPP, sementara masyarakat PPU juga menghadapi dampak dan tantangan besar,” ungkapnya.

Menurutnya, momentum silaturahmi KAHMI ini diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antarwilayah dan melahirkan gagasan konkret bagi kemajuan bangsa.

“Saya berharap kegiatan ini melahirkan rekomendasi, gagasan, dan jejaring kerja sama yang berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah di Kalimantan, NTT, NTB, dan Bali, serta bagi Indonesia secara keseluruhan,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Dr. Rifqynizami Karsayuda, menjelaskan alasan perayaan HUT ke-59 KAHMI digelar pada November 2025 meski deklarasinya dilakukan pada September 1966.

“Pertama, karena saya satu-satunya orang Kalimantan yang pernah menjadi Koordinator Presidium dalam 59 tahun sejarah KAHMI. Ini berkah bagi kita semua, dan saya menyampaikan terima kasih khusus kepada keluarga besar KAHMI se-Kalimantan,” ujarnya.

Rifqynizami menambahkan, keputusan melaksanakan kegiatan di IKN juga berhubungan dengan posisinya sebagai Ketua Komisi II DPR RI yang menjadi mitra dari Otorita IKN.

“Bagi saya, IKN adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan. Tempat ini menjadi simbol kemajuan bangsa sekaligus ruang untuk mempersatukan Indonesia,” tuturnya.

Ia turut mengenang masa kecilnya di Kalimantan Selatan yang penuh keterbatasan akses dan infrastruktur, sembari mengapresiasi kemajuan Kalimantan Timur saat ini.

“Dulu ke Samarinda butuh belasan jam dan harus turun dari kendaraan di jalan rusak. Tapi saya selalu melihat Kalimantan Timur lebih maju dan punya potensi luar biasa,” kenangnya.

Acara tersebut dihadiri oleh para pengurus KAHMI dari pusat hingga daerah, serta perwakilan berbagai wilayah Kalimantan, NTT, NTB, dan Bali, termasuk dari PPU. (*)

Editor : Sukri Sikki
#kahmi #Mudyat Noor #Ibu Kota Nusantara (IKN) #Penajam Paser Utara (PPU)