Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bupati PPU Minta Percepatan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih, Identifikasi 11 Lahan Siap Bangun

Ahmad Maki • Kamis, 13 November 2025 | 15:41 WIB

Bupati PPU, Mudyat Noor.
Bupati PPU, Mudyat Noor.

PENAJAM- Mendukung pelaksanaan program Koperasi Merah Putih, Bupati PPU Mudyat Noor menegaskan bahwa daerah siap menjalankan program tersebut, dan telah menginstruksikan jajarannya untuk mempercepat pembangunan fisik gerai pergudangan serta kelengkapan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

“Kemarin saya sudah minta Pak Sekda untuk segera melaksanakan itu, melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pembangunan Fisik Gerai Pergudangan dan Kelengkapan Koperasi Merah Putih Kelurahan dan Desa, pada Selasa, 11 November 2025,” ujar Mudyat, Rabu (12/11/2025).

Ia menjelaskan, hingga saat ini sudah ada sekitar 11 titik lokasi yang disiapkan untuk pembangunan gerai koperasi di wilayah PPU. Menurutnya, kesiapan lahan di daerah cukup baik dibandingkan daerah lain, seperti Balikpapan yang masih terkendala ketersediaan lahan.

“Kalau di Penajam ini relatif siap, ada sekitar sebelas titik yang sudah diidentifikasi. Bahkan saya lihat kondisinya lebih bagus dibanding Balikpapan yang baru punya satu. Mereka juga agak susah cari lahan,” ungkapnya.

Baca Juga: Bupati PPU Ungkap Rencana Pembentukan Komando Grup 4 Kopassus di Kalimantan

Meski demikian, Bupati tidak menampik masih ada sejumlah tantangan teknis di lapangan, termasuk soal permodalan koperasi. Namun, ia optimistis hal itu bisa diformulasikan dengan baik melalui sinergi antar pihak.

“Kalau persoalan permodalan itu nanti di koperasi, tinggal formulasi saja. Banyak peluang yang bisa diambil oleh teman-teman di koperasi, apalagi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat,” jelasnya.

Mudyat mencontohkan, sektor pertanian bisa menjadi fokus utama bagi koperasi di PPU. Menurutnya, kebutuhan petani seharusnya bisa dipenuhi langsung oleh koperasi setempat agar tidak bergantung pada pihak luar.

“Kalau di Penajam ini, kita bisa fokus ke pertanian. Kebutuhan petani bisa disuplai dari Koperasi Merah Putih, jadi tidak perlu ambil dari luar,” tuturnya. Selain kesiapan infrastruktur dan permodalan, Mudyat juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi pengelola koperasi.

Baca Juga: Usaha Kuliner di PPU Meningkat, Disbudpar Dorong Sertifikasi SLS dan SLHS Demi Kepastian Konsumen

Ia mengakui bahwa sebagian pendamping koperasi masih terbebani karena harus menangani banyak hal, termasuk perizinan dan administrasi yang kompleks. “Makanya kita bantu lewat Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKMPerindag). Mereka akan dampingi supaya pengelolaan koperasi bisa berjalan lebih profesional,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pihak perbankan akan dilibatkan dalam mendukung pembiayaan dan rencana bisnis koperasi ke depan. “Perbankan juga kita libatkan, mudah-mudahan bisa terjalin kerja sama yang kuat untuk mendukung rencana bisnis koperasi ini,” pungkas Mudyat. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Koperasi Merah Putih #Mudyat Noor #Bupati Penajam Paser Utara (PPU)