Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Banjir Kembali Rendam PPU: Warga Waswas, BPBD Desak Normalisasi Sungai Segera

Ahmad Maki • Jumat, 5 Desember 2025 | 09:06 WIB

Aliran sungai di Kelurahan Riko meluap, bahkan sudah menggenangi jalan.
Aliran sungai di Kelurahan Riko meluap, bahkan sudah menggenangi jalan.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Curah hujan tinggi yang dibarengi pasang air laut kembali memunculkan kekhawatiran warga di sejumlah wilayah pesisir. Sejak dini hari, aliran air dari hulu meningkat dan membuat beberapa kawasan rawan mulai terendam.

Pada Kamis (4/12/2025), kondisi itu berubah menjadi banjir yang meluas ke tiga titik di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Kuncoro, menyampaikan bahwa banjir terjadi di Karang Jinawi, Kecamatan Sepaku, serta Kelurahan Riko dan Desa Bukit Subur di Kecamatan Penajam.

Baca Juga: Disahkan! RKAP 2026 Perumda AMDT PPU Fokus Tingkatkan Kapasitas dan Pemerataan Air Bersih

Ia menjelaskan, hujan deras sejak pukul 03.00 Wita bertepatan dengan pasang air laut yang mencapai lebih dari dua meter. Situasi ini membuat wilayah yang selama ini rawan kembali tergenang meski intensitas hujan tidak ekstrem.

Menurut Kuncoro, sebagian besar akses jalan masih dapat dilalui. Jembatan Riko yang sempat rusak juga telah diperbaiki warga.

Namun ia menegaskan bahwa persoalan utama berada pada aliran sungai yang makin menyempit dan membutuhkan normalisasi mendesak.

Ia menyebut jembatan kayu di Riko menjadi titik hambatan karena ukurannya kecil dan berada pada posisi rendah.

Di bawahnya, tumpukan material serta semak kerap muncul dan menutup badan sungai hingga alirannya tidak terlihat lagi.

Kuncoro mengatakan bahwa BPBD bersama warga sudah mengajukan normalisasi sungai kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) serta perbaikan jembatan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut.

Tumpukan material bahkan terus kembali meski warga sudah melakukan gotong royong pembersihan pada Mei–Juni lalu.

Lumpur dari hulu terus terbawa arus dan menambah penyumbatan. Selama jembatan tidak ditinggikan atau diganti permanen, banjir diperkirakan akan terus berulang.

Baca Juga: Gubernur Kaltim Ingatkan Ancaman Serius Lubang Tambang, Perusahaan Wajib Bertindak

Meski air sempat naik, BPBD memastikan tidak ada warga yang harus dievakuasi. Kondisi disebut masih aman dan air diprediksi surut setelah aliran dari Bukit Subur mereda.

“Begitu aliran dari hulu turun dan sungai kembali lancar, insyaallah cepat surut,” ujar Kuncoro. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#normalisasi sungai #BPBD Penajam Paser Utara #banjir ppu